DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI BARAT – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) untuk mendorong keterampilan masyarakat dalam dunia kerja atau dalam usaha mandiri.

Kegiatan yang berlangsung Selasa, 3 Nopember 2026 itu dibuka langsung oleh Kepala UPTD BLK Manggarai Barat, Paskalis Lambut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para instruktur yang memiliki kompetensi sesuai bidang pelatihan masing-masing.

Kepala UPTD BLK Manggarai Barat, Paskalis Lambut, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan berdasarkan ketentuan di bidang ketenagakerjaan dan pelatihan vokasi.

Selain itu, DIPA BPVP Lombok Timur Tahun Anggaran 2026 juga menjadi acuan dasar yang dipakai.

Adapun Sembilan (9) program kejuruan yang ditawarkan dalam kegiatan itu, antara lain, pengolahan ikan, perbaikan dan pemeliharaan AC, menjahit pakaian dengan mesin, english for frontliner, junior makeup artist, mengolah makanan komersial, pembuatan konten berbasis aplikasi smartphone, restaurant service dan kepemanduan wisata.

Paskalis menjelaskan, setiap program kejuruan direncanakan menampung 16 peserta. Dengan sembilan program tersebut, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 145 orang.

Menurut dia, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta, menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja, serta membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia mengatakan minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan tersebut cukup tinggi. Peserta berasal dari sejumlah wilayah di Manggarai Barat dan sebagian besar mendaftar melalui jalur daring.

“Peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan serius dan mengikuti pelatihan sampai selesai,” ujar Paskalis.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Sani Ngarung menekankan pentingnya motivasi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Menurut dia, peserta harus memiliki kemauan sendiri untuk meningkatkan keterampilan demi memperoleh masa depan yang lebih baik.

“Pelatihan ini bukan karena dipaksa siapa-siapa, tetapi karena dorongan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Karena itu, peserta harus konsisten mengikuti seluruh kegiatan sampai ujian kompetensi,” kata Marselinus.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan produktivitas peserta, baik mereka yang ingin bekerja di perusahaan maupun yang berencana membangun usaha secara mandiri.

Marselinus mengatakan keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari penyelesaian seluruh tahapan kegiatan. Hasilnya juga harus terlihat dari kemampuan peserta memperoleh pekerjaan atau menciptakan lapangan usaha sendiri.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara disiplin hingga menyelesaikan ujian kompetensi.

Reporter: Berto Davids