BMKG Kupang Gelar SLG di Ruteng, Bupati Berharap Jadi Agenda Tahunan
DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Restorant Sky Terace itu dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit dan dihadiri oleh 45 orang peserta dari masing-masing instansi, diantaranya, OPD, TNI Polri, Guru, Tenaga Kesehatan, Wartawan, Toko Agama dan Penyandang Disabilitas
Stasiun Metereologi Kelas II Frans Sales Lega sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) juga terlibat dalam kegiatan SLG itu.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang BMKG, Arief Tyastama mengatakan, pelaksanaan SLG ini merupakan bentuk edukasi dan pelatihan yang diberikan oleh BMKG untuk seluruh stakeholder dan masyarakat guna memahami teori tentang bencana gempa bumi beserta langkah-langkah siaga.
Arief mengatakan, Kabupaten Manggarai termasuk wilayah yang berpotensi terjadinya bahaya gempa bumi dan gelombang tsunami. Karena itu pihaknya berharap melalui SLG ini masyarakat memahami teori tentang bencana gempa bumi serta selalu siaga dan merespon peringatan dini yang disampaikan BMKG.
“Peserta yang hadir SLG hari ini juga diharapkan bisa menularkan pengetahuannya kepada masyarakat terdampak, khususnya di daerah rawan bencana” kata Arief
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BMKG dan masyarakat, budaya sadar bencana di Kabupaten Manggarai diharapkan kian kokoh.
“Dengan kesiapsiagaan yang lebih optimal, risiko dan dampak buruk dari bencana gempa bumi maupun tsunami dapat diminimalkan, mengingat keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama” tutur Arief.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada BMKG Kupang yang telah memilih Kabupaten Manggarai menjadi tempat pelaksanaan SLG.
Nabit berkata, pascagempa berkekuatan 7,7 mengguncang Flores tanggal 15 Agustus lalu, Pemerintah Kabupaten Manggarai telah melakukan penanganan secara baik pada semua sektor. Namun perlu disadari bahwa masyarakat masih perlu pengetahuan dan pelatihan yang baik serta informasi valid tentang bencana gempa bumi yang kemungkinan masih bisa terjadi ke depan.
Menurutnya, SLG dapat menjadi kerangka pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan kesadaran tentang bencana gempa bumi serta langkah-langkah siaganya.
Lebih dari itu, SLG juga dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam upaya melakukan penanganan bencana gempa bumi.
“Kita semua tahu bahwa saat ini kita sedang hidup dalam wilayah yang berpotensi memiliki risiko tinggi terhadap bencana, sehingga melalui SLG masyarakat dan pemerintah dapat mendapatkan pengetahuan tentang teori gempa bumi” kata Nabit.
Bupati dua periode itu berharap SLG ini dapat menjadi agenda tahunan agar bisa membantu menopang sumber daya pemerintah yang saat ini masih sangat terbatas. Ia meyakini ke depan pemerintah bisa berkolaborasi dengan BMKG agar SLG ini bisa dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada daerah terdampak.
“Dalam kerangka itu pemerintah ingin sekali berkolaborasi agar SLG dapat menjadi agenda tahunan sehingga nanti pemerintah bersiap untuk memfasilitasi kegiatannya agar semua masyarakat mendapat pengetahuan, tidak hanya pada pemerintah saja tetapi menyasar sampai masyarakat dan daerah terdampak” ungkapnya.
Reporter: Berto Davids

Tinggalkan Balasan