Pemkot Denpasar Matangkan Revitalisasi Pasar Kreneng, Lapangan Pameran Disiapkan untuk Relokasi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan persiapan revitalisasi Pasar Kreneng yang direncanakan akan dimulai tahun 2028. Pematangan itu dilakukan dengan menyiapkan perencanaan teknis dan mengawal pengajuan proposal pembangunan ke pemerintah pusat.
Direktur Perumda Pasar Sewakadarma I Wayan Suadi mengatakan revitalisasi pasar tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp140 miliar yang akan bersumber dari APBN.
Saat ini katanya, pemerintah daerah tengah menyiapkan detail engineering design (DED) yang direncanakan.
Suadi mengatakan, revitalisasi Pasar Kreneng merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Denpasar.
Sebelum merumuskan konsep pembangunan, Perumda Pasar Sewakadarma telah melakukan beberapa kali survei dan berkomunikasi dengan pedagang untuk melihat kondisi serta aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Menurut Suadi, Pasar Kreneng masih memiliki daya tarik, baik dari aktivitas perdagangan maupun potensi ekonomi dari pasar pagi dan malam.
Namun kata Suadi, kondisi infrastruktur yang tidak lagi memadai menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi melalui revitalisasi.
“Daya tariknya masih bagus, tetapi kita kalah dari sisi infrastruktur,” kata Suadi, Selasa (27/10/2026).

Suadi mengatakan, konsep awal yang disiapkan berupa bangunan dua lantai dengan basement. Di samping bangunan pasar, Suadi mengatakan revitalisasi nantinya juga akan mencakup area kawasan pasar Kreneng seperti jalan Rijasa dan Jalan Rampai. Ia mengatakan desain tersebut masih akan dimatangkan melalui penyusunan DED teknis.
“Untuk terminal sendiri kita masih diskusikan, karena terminal kan masuk dalam kawasan,” ungkapnya.
Suadi mengatakan saat ini disamping menyiapan DED, pihaknya juga sedang melakukan pendataan pedagang eksisting agar mereka dapat diperhitungkan dalam desain pasar yang baru.
“Kami meminta pengelola mendata pedagang eksisting dengan baik. Jangan sampai setelah pembangunan selesai, ada pedagang yang tidak tertampung,” ujarnya.
Dalam konsep awal revitalisasi, Suadi mengatakan akan mempertahankan fungsi perdagangan yang selama ini menjadi ciri Pasar Kreneng.
Area semi-basement direncanakan untuk mengakomodasi aktivitas pasar pagi, termasuk pasar tumpah, serta aktivitas perdagangan malam yang selama ini berkembang di kawasan tersebut.
Sementara itu, lantai atas direncanakan lebih banyak digunakan untuk pertokoan dan kios. Penataan zona perdagangan akan disesuaikan dengan jenis komoditas agar aktivitas jual beli lebih teratur.
Perumda juga mempertimbangkan penyediaan ruang penyimpanan rombong pedagang. Dengan fasilitas tersebut katanya, rombong dapat disimpan di area pasar setelah aktivitas perdagangan selesai sehingga tidak perlu lagi dipindahkan melintasi jalan seperti yang terjadi saat ini.
“Ini dapat mengurangi kemacetan nantinya,” terangnya.
Selain menata fungsi perdagangan, Perumda membuka peluang pengembangan kegiatan usaha lain di Pasar Kreneng. Salah satu gagasan yang sedang dipertimbangkan ialah pemanfaatan sebagian ruang di lantai atas sebagai working space atau ruang kerja bersama, mengingat kawasan Kreneng terintegrasi dengan kawasan pendidikan.
Namun, konsep tersebut masih akan disesuaikan dengan hasil perencanaan teknis dan kebutuhan utama pasar.
Lapangan Pameran Disiapkan untuk Relokasi Sementara
Seiring dengan rencana pembangunan, Perumda Pasar Sewakadarma mulai mempertimbangkan lokasi untuk menampung pedagang selama proses revitalisasi berlangsung. Adapun pasar Kreneng saat ini memiliki 1178 pedagang.
Salah satu opsi yang disiapkan ialah lahan lapangan pameran di sebelah selatan Pasar Kreneng, tepatnya di belakang setra, yang selama ini kerap digunakan untuk kegiatan pameran dan konser.
Suadi mengatakan, lokasi tersebut menjadi pertimbangan awal karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat berjualan sementara. Namun, penggunaannya masih harus melalui proses komunikasi dan memperoleh persetujuan pemilik lahan.
“Kami harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan. Rencana tersebut akan kami proses pada 2027, bersamaan dengan sosialisasi kepada pedagang,” ujarnya.
Perumda juga mempertimbangkan pembangunan tempat berjualan sementara yang bersifat semipermanen. Persiapan tersebut diharapkan dapat dilakukan sebelum pedagang dipindahkan, sehingga aktivitas perdagangan tetap berlangsung selama pembangunan pasar.
Suadi mengatakan, pemerintah daerah berharap persiapan relokasi dapat dilakukan pada 2027 apabila memungkinkan, sehingga pada 2028 pembangunan fisik dapat mulai menjadi fokus utama.
Jadwal tersebut masih bergantung pada kesiapan perencanaan, penganggaran, serta tahapan persetujuan yang diperlukan.
Untuk mendukung realisasi pembangunan, Perumda Pasar Sewakadarma telah mengajukan proposal revitalisasi Pasar Kreneng kepada Kementerian Perdagangan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan