Vatikan Dihantam Kabar Mengejutkan! Kanker Paru Paus Leo Berhasil Diangkat Lewat Operasi Senyap
Deteksi Dini Selamatkan Nyawa Bapa Suci, Agenda Kepausan Dirombak Total hingga 20 Oktober
DIKSIMERDEKA.COM ROMA — Petir di siang bolong menghantam Vatikan. Pemimpin umat Katolik sedunia yang baru menjabat, Paus Leo (71), didiagnosis mengidap kanker paru. Kabar mengejutkan ini dirilis resmi oleh Vatikan pada Selasa malam(13, mengonfirmasi desas-desus yang sempat berhembus usai Bapa Suci dilarikan ke meja operasi.
Berita terkait Kanker Paru Paus Leo ini langsung menjadi sorotan dunia. Menurut buletin medis Vatikan, Paus kelahiran Amerika Serikat (AS) pertama dalam sejarah Gereja Katolik ini telah menjalani operasi pengangkatan lobus bawah pada paru-paru kanannya. Hasil tes laboratorium mengonfirmasi adanya diagnosis kanker paru jenis adenokarsinoma.
Dilansir dari The Guardian, Vatikan menegaskan bahwa kecurigaan soal diagnosis tersebut sudah muncul lewat serangkaian tes pra-operasi, dan akhirnya terbukti kuat di atas meja bedah. Meski terkesan mendadak, Vatikan memastikan operasi yang memakan waktu total sekitar tiga jam—dengan proses pembedahan inti selama 90 menit—berakhir lega. Operasi Bapa Suci dinyatakan “sukses, tepat waktu, dan sesuai rencana”.
Dalam langkah transparansi yang terbilang langka untuk ukuran tembok tertutup Vatikan, Paus Leo sebenarnya sudah memberikan “bocoran” secara halus pada doa Angelus, Minggu lalu. Bapa Suci secara terbuka menyatakan bahwa tim dokter menemukan benjolan kecil di paru-parunya saat pemeriksaan rutin. Beruntung, benjolan itu diklaim masih “terlokalisir dengan baik” dan terdeteksi di stadium awal.
“Para dokter percaya bahwa intervensi adalah langkah yang tepat dan karenanya, mengikuti saran mereka, saya telah memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatannya,” ucap Paus Leo di hadapan lautan umat yang memadati Lapangan Santo Petrus, saat itu.
Kini, Paus yang dikenal hobi berolahraga, khususnya tenis ini, tengah menjalani pemulihan di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Kedatangannya pada Selasa pagi sempat disambut kerumunan besar warga yang cemas. Saat ini, Vatikan memastikan Paus Leo “kini telah kembali ke kamarnya”. Namun, untuk memastikan pemulihan total, seluruh jadwal sang Paus dibatalkan tanpa pandang bulu hingga 20 Oktober mendatang.
Dunia Internasional Terkejut
Kabar ini sontak memicu simpati dari para pemimpin dunia. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang merupakan seorang penganut Katolik taat dan pernah bertatap muka dengan Paus, menyatakan bahwa ia dan istrinya “bersatu dalam doa” untuk kesembuhan sang Bapa Suci.
Tak ketinggalan, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese turut mengirimkan doa untuk pemulihan cepat, memuji Paus Leo sebagai “suara bagi perdamaian, kemanusiaan, dan nalar di dunia modern kita.”
Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengaku sempat menjenguk Paus Leo pada Senin malam sebelum operasi.
“Kami berbicara dengan penuh ketenangan,” ungkap Parolin kepada Rai News. “Beliau benar-benar teladan yang luar biasa. Pengumuman ini datang bagaikan petir di siang bolong, tak seorang pun menyangkanya. Syukurlah hal ini segera terdeteksi, sehingga operasi dapat segera dilakukan. Biasanya, bila hal-hal ini ditangani tepat waktu, semuanya bisa diatasi.”
Menariknya, selama masa perawatan di RS Gemelli—rumah sakit langganan para Paus yang terletak di barat laut ibu kota Italia—Paus Leo tidak menempati papal suite (kamar suite khusus kepausan) bersistem keamanan tinggi yang dulu sering dipakai mendiang Paus Yohanes Paulus II. Pasalnya, ruangan tersebut sedang direnovasi. Paus Leo saat ini dirawat di sayap pasien VIP lantai 10.
Absennya Paus membuat tongkat komando sementara diserahkan kepada Luis Antonio Tagle, Kardinal asal Filipina yang baru pekan lalu terpilih sebagai Dekan Dewan Kardinal. Tagle akan memimpin Audiensi Kepausan mingguan pada hari Rabu.
Publik kini menanti perkembangan kesehatan Paus Leo, yang sebelumnya dijadwalkan terbang ke Amerika Selatan pada bulan November untuk tur maraton 12 hari melintasi 10 kota. Bayang-bayang kesehatan pemimpin tertinggi Vatikan ini tak pelak mengingatkan publik pada pendahulunya, Paus Fransiskus, yang sempat dirawat lebih dari lima minggu karena bronkitis parah yang berujung pada pneumonia bilateral, sebelum akhirnya wafat di Casa Santa Marta pada 21 April 2025 lalu.

Tinggalkan Balasan