Usai Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Sejumlah Tokoh Disebut Mulai Dekati PSI Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Sejumlah tokoh disebut mulai membuka komunikasi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali setelah Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara terbuka menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI.
“Banyak, apalagi beliau sudah terang-terangan, mohon maaf, menunjukkan kartu tanda anggotanya. Otomatis simpul-simpul yang istilahnya mengidolakan dan punya idealisme pada Pak Jokowi, banyak yang menelepon, berkomunikasi dengan kami di PSI melalui kabupaten/kota,” ungkap Ketua DPW PSI Bali I Wayan Suyasa, Rabu (7/10/2026).
Sebelumnya, Jokowi secara terang-terangan memperlihatkan KTA PSI kepada publik dalam acara Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026).
Suyasa mengatakan komunikasi tersebut datang dari sejumlah kalangan dengan latar belakang berbeda. Suyasa mengatakan mereka yang membangun komunikasi di antaranya merupakan politisi, tokoh independen, relawan dan pensiuan PNS.
“Ya macam-macam. Ada politisi, ada yang independen, ada juga pensiunan, kemudian teman-teman yang dulu relawan Pak Jokowi,” kata Suyasa.
Suyasa menilai keterbukaan Jokowi mengenai statusnya sebagai anggota PSI turut memberikan pengaruh terhadap partai didaerah, terutama Bali.
“Magnet Pak Jokowi ini memang ada. Setelah beliau menunjukkan KTA secara terbuka, simpul-simpul itu mulai menghubungi kami. Ada yang melalui kabupaten, ada juga yang langsung berkomunikasi dengan kami,” ujarnya.
Suyasa mengatakan PSI Bali saat ini masih fokus memperkuat struktur organisasi dan mempersiapkan proses verifikasi sebagai peserta Pemilu 2029. Hal itu menjadi perhatian partai setelah PSI tidak berhasil melewati ambang batas parlemen pada Pemilu 2024.
“Kami sekarang lebih banyak melakukan pembenahan internal, baik secara administrasi maupun struktur. Karena kami harus siap menghadapi verifikasi sebagai peserta pemilu,” katanya.
Terkait wacana kenaikan ambang batas parlemen, Suyasa mengatakan PSI Bali tidak ingin terlalu mempermasalahkan besaran angka yang nantinya diputuskan DPR dan pemerintah.
“Kalau memang nanti lima persen, enam persen, sampai sepuluh persen, kami hormati keputusan DPR dan pemerintah. Bagi kami yang penting bagaimana bekerja dan membangun struktur,” ujarnya.
Di Bali, Suyasa menyebut PSI menargetkan dapat masuk jajaran empat besar pada Pemilu mendatang. Target tersebut, menurut dia, akan dikejar dengan memperkuat struktur dan memperluas komunikasi politik di seluruh kabupaten/kota.
“Kami punya target masuk empat besar di Bali. Tidak harus nomor satu atau nomor dua. Yang penting kami bisa masuk empat besar,” kata Suyasa.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan