Flu dan Batuk Susah Sembuh Berbulan-Bukan? Yuk, Ketahui Penjelasan Medis dan Cara Melindungi Keluarga Tercinta
Mengapa Flu Kali Ini Begitu “Membandel” di Tengah Anggota Keluarga?
DIKSIMERDEKA.COM BUNDA dan Ayah tercinta, belakangan ini apakah ada anggota keluarga di rumah yang sering mengeluhkan batuk, pilek, serta demam yang rasanya tak kunjung reda? Banyak dari kita yang merasa flu yang menyerang kali ini jauh lebih “membandel” dan butuh waktu hingga berminggu-minggu lamanya untuk benar-benar pulih kembali.
Menanggapi keluhan yang banyak dirasakan para orang tua di rumah ini, dokter Klinik IPB University, dr Wahyu Rachwaldy, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah sekadar perasaan subjektif belaka. Ada penjelasan medis yang sangat jelas berdasarkan dinamika virus, kondisi lingkungan sekitar, hingga kondisi kekebalan tubuh keluarga kita.
“Laporan dari berbagai lembaga kesehatan global dan nasional, termasuk Centers for Disease Control and Prevention (CDC) serta Kementerian Kesehatan RI, mengonfirmasi adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dengan gejala yang bertahan lebih lama (protracted viral symptoms),” ungkap dr Wahyu ramah.
Ia memaparkan, flu yang awet sembuh ini dipicu oleh sirkulasi bersamaan (co-circulation) berbagai jenis virus respiratorik di tengah masyarakat. Mulai dari virus influenza A dan B, respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, adenovirus, hingga SARS-CoV-2.
“Selain itu, ada pula fenomena post-pandemic immunity debt, yakni ketika perubahan pola paparan patogen selama beberapa tahun terakhir membuat sistem imun tubuh kita harus kembali beradaptasi saat terpapar banyak virus secara beruntun,” imbuhnya.
Kenali Batas Normal dan Tanda Waspada untuk Buah Hati
Sebagai orang tua, kita tentu perlu tahu kapan anak atau anggota keluarga harus segera dibawa ke dokter. Menurut dr Wahyu, infeksi virus saluran pernapasan tanpa komplikasi sebenarnya memiliki pola perjalanan yang terukur.
Pada fase akut di hari pertama hingga ketiga, gejala biasanya mencapai puncaknya berupa demam, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, badan pegal-pegal, hingga lemas. Memasuki hari keempat sampai ketujuh, demam umumnya mulai mereda dan energi berangsur pulih, meskipun batuk serta pilek ringan masih bisa tampak.
“Pada akhirnya, orang dengan sistem imun sehat umumnya mengalami penyembuhan total dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari, meskipun sisa gejala ringan seperti batuk kering wajar bertahan hingga dua minggu,” jelasnya.
Kendati demikian, dr Wahyu mengingatkan para bunda untuk waspada apabila flu si kecil atau anggota keluarga sudah masuk kategori membandel. Yakni manakala gejala utama seperti demam, sesak, atau batuk berdahak kental berlangsung lebih dari 10 hingga 14 hari tanpa ada perbaikan sama sekali.
“Masyarakat juga perlu mewaspadai double sickening, yakni kondisi ketika sempat membaik selama satu hingga dua hari, kemudian kembali memburuk secara drastis dengan demam tinggi atau sesak napas,” paparnya mengingatkan.
Perhatikan pula keluhan spesifik seperti nyeri hebat di area wajah atau dahi (tanda sinusitis), serta nyeri telinga tajam yang bisa menurunkan pendengaran si kecil. Ia menambahkan, flu berkepanjangan juga bisa memicu infeksi sekunder akibat bakteri yang berkembang biak pada mukosa yang rusak, seperti bronkitis atau pneumonia.
Pengaruh Lingkungan dan Polusi di Sekitar Rumah
Faktor luar rumah turut memegang peran penting. Perubahan cuaca ekstrem serta polusi udara perkotaan terbukti memperberat gejala dan memperlambat proses pemulihan kesehatan keluarga. Paparan polutan seperti PM2.5, NO₂, dan SO₂ dapat merusak saluran napas alami tubuh dalam mengeluarkan dahak.
“Polusi yang terus-menerus memicu peradangan kronis yang memperparah pembengkakan mukosa hidung dan tenggorokan. Ditambah lagi, udara dingin dan kering juga menurunkan produksi mukus pelindung di area hidung,” tutur dr Wahyu.
Karena itu, ia mengimbau para keluarga agar tidak ragu segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila flu tak kunjung membaik. Segera cari pertolongan medis jika keluarga tercinta mengalami sesak napas, nyeri dada hebat, atau demam tinggi yang tidak mau turun lebih dari tiga sampai lima hari berturut-turut. Waspadai pula dahak berwarna hijau pekat, cokelat, berdarah, hingga tanda dehidrasi dan pusing berat.

Tinggalkan Balasan