DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali yang digelar di Gong Perdamaian, Denpasar, Sabtu (2/10/2026).

Menteri yang hadir diantaranya Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.

Di samping itu, turut hadir Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mukhtarudin, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri BP2MI Christina Aryani, serta anggota DPR RI Puteri Komarudin.

Para menteri tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA. Kedatangan mereka langsung disambut kader dan simpatisan Partai Golkar yang dominan mengenakan pakaian berwarna kuning.

Dalam pelantikan tersebut, I Gede Sumarjaya Linggih atau Demer dilantik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Selain pengurus tingkat provinsi, turut dilantik ketua dan jajaran pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten/kota se-Bali.

Sebelum pelantikan, Partai Golkar Bali telah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada pagi hari. Dalam sambutannya saat Rakerda, Demer menyinggung usulan Partai Golkar agar pemilihan kepala daerah dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Baca juga :  Buka Rakerda Golkar, Demer Singgung Pemilihan Kepala Daerah lewat DPRD

Menurut dia, usulan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

“Kalau Golkar memang mengusulkan dari awal waktu Rapimnas, pemilihan Pilkada lewat DPRD. Karena banyak hal, pertimbangannya banyak sekali,” kata Demer.

Demer mengakui mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukan pilihan yang populis. Namun, menurut dia, Partai Golkar menilai mekanisme tersebut merupakan pilihan yang dianggap lebih baik bagi masyarakat.

“Walaupun ini tidak populis, tapi menurut Golkar itu yang terbaik untuk rakyat. Maka itulah yang kita suarakan,” ujarnya.

Selain membahas Pilkada, Demer menyinggung persiapan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut persaingan politik ke depan akan semakin ketat, terutama apabila ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan menjadi 5 persen.

Menurut Demer, terdapat empat hal yang perlu diperkuat Partai Golkar untuk menghadapi persaingan politik mendatang, yakni sumber daya manusia, jaringan, manajemen, dan logistik.

Baca juga :  Demer Ajak Partai Lain Bergabung jika Ambang Batas Parlemen Jadi 5 Persen

“Untuk kesuksesan itu, dari pandangan saya ada empat hal. Pertama tentu ada orang,” katanya.

Ia menekankan kader yang ditempatkan dalam struktur partai tidak sekadar mengisi posisi. Kader yang dipilih, kata dia, harus memiliki kemampuan membangun popularitas dan elektabilitas sehingga dapat menghasilkan suara bagi partai.

Faktor kedua adalah jaringan. Demer menyebut jaringan Partai Golkar telah tersedia hingga tingkat kabupaten/kota dan desa. Namun, ia meminta jaringan tersebut diperkuat hingga tingkat dusun.

“Nanti ada strategi-strategi khusus untuk pendekatan kepada masyarakat, bagaimana menampung aspirasi masyarakat, kemudian bagaimana juga membuat simpati masyarakat,” ujarnya.

Faktor ketiga adalah manajemen, termasuk pemanfaatan sistem digital. Menurut Demer, perencanaan program dilakukan melalui Rakerda, kemudian diorganisasikan dan dilaksanakan dengan bergerak langsung ke masyarakat.

Sementara itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program akan dilakukan dengan memanfaatkan sistem digital.

“Planning-nya hari ini melalui Rakerda kita merencanakan, kemudian mengorganisasikannya dengan baik, kemudian action-nya itu adalah bergerak ke masyarakat. Controlling-nya nanti melalui sistem digital kita,” katanya.

Baca juga :  Dilantik Bahlil jadi Ketua Golkar Bali, Demer Diminta Tingkatkan Perolehan Kursi

Faktor keempat adalah kesiapan logistik. Demer meminta seluruh jajaran Partai Golkar mulai mempersiapkan diri karena tahapan menuju Pemilu 2029 dinilai semakin dekat.

Demer juga meminta kader Golkar tidak takut bersaing dalam memperebutkan kursi legislatif. Ia mengingatkan pengalaman di sejumlah daerah ketika kekhawatiran menghadapi persaingan justru berujung pada hilangnya kursi.

“Jangan takut untuk bersaing dengan yang mempunyai suara. Karena kita sudah punya pengalaman beberapa tempat, ketika takut bersaing, maka hilang kursi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Demer juga menyinggung proses penyusunan kepengurusan Partai Golkar. Ia mengatakan tidak seluruh nama yang diusulkan dapat masuk dalam kepengurusan.

Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan pengurus, termasuk rekam jejak calon pengurus.

“Ada yang catatan masa lalunya kurang baik, tentu kita tinggalkan,” kata Demer.

Demer meminta kader yang belum terakomodasi dalam kepengurusan tidak berkecil hati. Ia mengatakan kesempatan bagi setiap kader dapat berubah seiring waktu.

“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya,” ujar Demer.

Reporter: Agus Pebriana