RIYADH –RIYADH – Kepanikan melanda warga ibu kota Arab Saudi, Riyadh, usai pemerintah mengeluarkan instruksi dadakan. Tanpa sosialisasi matang, kebijakan sekolah Riyadh tutup mendadak diberlakukan dan memaksa seluruh siswa beralih ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama sepekan penuh. Keputusan instan nan misterius ini langsung memicu keresahan publik, terlebih di tengah bayang-bayang makin beringasnya ancaman teror rudal dan drone dari kelompok pemberontak Houthi asal Yaman.

Dilansir dari AFP, kabar mengejutkan terkait sekolah Riyadh tutup ini masuk di kotak masuk email para orang tua murid pada Minggu (27/9/2026). Sontak, kebijakan ini bikin geger karena pemerintah sama sekali tak memberikan penjelasan resmi terkait alasan penutupan fisik sekolah tersebut.

Baca juga :  Iran Segera Beli Rudal Supersonik China 290 Km, AS Kerahkan 2 Kapal Induk & 150 Pesawat

“Kami baru saja diberitahu oleh otoritas Saudi bahwa sekolah harus tetap tutup sepanjang minggu,” demikian bunyi dua pesan terpisah dari pihak sekolah yang dilihat oleh kantor berita AFP.

Alasan Gelap, Orang Tua Murid Menuntut Transparansi

Aksi bungkam pemerintah Saudi soal alasan di balik penutupan sekolah ini memicu frustrasi di kalangan warga. Publik mengaitkan langkah drastis ini dengan tensi panas di kawasan Teluk, di mana Arab Saudi hampir setiap hari menjadi sasaran tembak milisi Houthi yang disokong Iran.

Ketidakjelasan informasi membuat publik merasa tak dihargai. Salah seorang orang tua murid yang menetap di Riyadh melontarkan kritik tajam terhadap sikap otoritas yang terkesan menutup-nutupi situasi sebenarnya.

Baca juga :  Dulu Ingin Iran Menyerah, Kini Harga Minyak Jadi Target Utama Trump

“Ketika sebuah keputusan memengaruhi seluruh komunitas sekolah selama seminggu penuh, keluarga berhak mendapatkan komunikasi yang jelas dan transparansi tentang alasan di baliknya,” tegas orang tua yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada AFP.

Senada, kebingungan juga dirasakan oleh kaum ekspatriat yang bermukim di Riyadh. “Ini keputusan menit-menit terakhir. Kami sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi,” keluh seorang ekspatriat asal Lebanon.

Hujan Drone dan Teror Rudal Balistik Mengintai

Usut punya usut, pengumuman sekolah daring ini muncul hanya berselang sehari setelah koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman mengklaim telah berhasil mencegat kawanan drone dan rudal balistik yang menargetkan wilayah kerajaan tersebut.

Baca juga :  Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Ngegas: “Itu Tidak Berarti Apa-Apa!”

Serangan beruntun ini merupakan buntut dari eskalasi teror Houthi yang makin menjadi-jadi sejak Juli lalu. Runtuhnya gencatan senjata yang telah dibangun bertahun-tahun kembali menyulut permusuhan, sekaligus menyeret Yaman makin dalam ke pusaran konflik dan perang Timur Tengah yang lebih luas.

Dengan situasi keamanan yang masih abu-abu, warga Riyadh kini dipaksa beradaptasi kilat mengawasi anak-anak mereka belajar dari rumah, sembari harap-harap cemas menanti kepastian dari pihak berwenang.