Warga Manggarai Timur NTT Siap Pindah dari Tenda Pengungsian ke Hunian Sementara
DIKSIMERDEKA.COM, MANGGARAI TIMUR – Warga Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menjemput harapan baru di tengah puing-puing bencana gempa bumi Flores. Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyerahkan bantuan Hunian Sementara (Huntara) pertama bagi warga terdampak gempa bumi.
Agustinus Rangga, salah satu penerima asal Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong siap berpindah dari tenda pengungsian ke hunian sementara.
Bantuan hunian sementara yang diserahkan untuk Agustinus Rangga itu berukuran 4*6. Ini menjadi standar BNPB untuk hunian sementara yang layak huni pascabencana.
Direktur Wilayah II sekaligus Satgas BNPB Manggarai Timur, dr. Riswandi, menjelaskan, total hunian sementara yang akan dibangun di Manggarai Timur sebanyak 2.029 unit.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan dana stimulan untuk perbaikan rumah dengan rincian
- Rusak Ringan: Rp15 Juta (uang tunai)
- Rusak Sedang: Rp30 Juta.
- Rusak Berat: Menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap)
Setelah tahap hunian sementara ini selesai dibangun, kata dia, pemerintah akan melanjutkan pembangunan hunian tetap. Masyarakat diminta menyiapkan lahan milik sendiri sebagai lokasi pembangunan.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan validasi dan uji publik data kerusakan rumah sebagai dasar pencairan dana tersebut, untuk memastikan bantuan tepat sasaran pasca gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Sementara itu Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur menyampaikan apresiasi atas respon cepat pemerintah pusat.
“Kami berterima kasih kepada BNPB yang sudah bergerak cepat membangun hunian sementara bagi warga kami. Semoga badai ini bisa cepat berlalu dan masyarakat bisa segera bangkit,” ujar Wabup Tarsy.
Menurut Wabup, penyerahan di Rana Loba ini menjadi penanda dimulainya percepatan pemulihan.
“Dari tidur di tenda pengungsian, kini warga mulai memiliki atap sementara yang lebih aman dan bermartabat” katanya.
Reporter: Berto

Tinggalkan Balasan