DIKSIMERDEKA.COM, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat 15.376 unit program bedah rumah atau bantuan stimulan perumahan swadaya pada tahun 2026. Jumlah ini naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 436 unit rumah.

Tahun ini NTT mendapat peningkatan yang luar biasa sebagai dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas menjadi rumah layak huni.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara II (Balai P3KP Nusa Tenggara II), Soemin Kase meminta Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di NTT memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan program tersebut agar kuota yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan manfaatnya segera diterima masyarakat.

Baca juga :  Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

“Mohon atensinya, Pak Gubernur, agar ini dikawal betul. Kami ingin sekali membantu rakyat NTT dan kami sangat semangat untuk itu,” ujarnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya Kementerian PKP, terhadap kebutuhan perumahan masyarakat NTT.

Baca juga :  Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

“Terima kasih banyak, Pak Menteri untuk perhatian yang tidak henti-hentinya bagi kami di NTT,” kata Melki Laka Lena.

Menurut Gubernur Melki, peningkatan alokasi program bedah rumah ini menjadi sangat penting bagi NTT terlebih di tengah kondisi Pulau Flores yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi.

Baca juga :  Gubernur NTT Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

“Kerusakan rumah akibat bencana menambah kebutuhan masyarakat terhadap dukungan perumahan yang layak dan aman” kata Gubernur.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan program tersebut dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan peningkatan kualitas rumah.

Reporter: Berto Davids