Selesai Direnovasi, Pura Pemerajan di Renon Kembali Digelar Pujawali, Wawali Denpasar Serahkan Punia
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Rampungnya proses renovasi bangunan merajan menjadi momentum digelarnya Upacara Pujawali di Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas dan Upacara Dewa Yadnya Piodalan lan Bhuta Yadnya Mecaru di Merajan Prati Sentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung, Kelurahan Renon, Rabu (16/9). Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa hadir langsung dalam upacara tersebut sekaligus menyerahkan punia kepada pihak pengempon pura.
Selain Wawali Arya Wibawa, upacara ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya beserta tokoh masyarakat setempat.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan upacara pujawali dan piodalan ini diharapkan dapat meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat. Menurutnya, dengan selesainya renovasi palinggih, pura pemerajan ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat, khususnya bagi krama pengempon di Kelurahan Renon.
Ketua Panitia Karya di Merajan Agung Pretisentana Bendesa Manik Mas Banjar Kelod Renon, I Nyoman Bhiantara Lely, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar, terutama kehadiran Wakil Wali Kota dalam upacara tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Denpasar, terutama Bapak Wakil Wali Kota yang sudah berkenan hadir menyaksikan upacara ini dan memberikan stimulan. Semoga ke depan para pengempon pura bisa menjalankan swadharma untuk kepentingan umat bersama,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Karya di Merajan Prati Sentana Sira Arya Kanuruhan Pangeran Tangkas Kori Agung Banjar Tengah Kelurahan Renon, I Made Dedy Suarnaya. Ia menjelaskan bahwa upacara ini dilaksanakan sehubungan dengan selesainya pemugaran palinggih pura dan tembok penyengker.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena sudah membantu dalam pembangunan pura,” ujarnya.
Dukungan Pemkot bagi Pelestarian Pura di Tengah Masyarakat
Kehadiran Wawali Arya Wibawa beserta penyerahan punia dalam kedua upacara ini menegaskan bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar terhadap upaya pelestarian tempat suci di tengah masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat terus mendorong semangat gotong royong krama pengempon dalam menjaga dan merawat pura pemerajan sebagai bagian dari keberlangsungan tradisi dan spiritualitas masyarakat Bali.

Tinggalkan Balasan