DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (16/9/2026).

Mengangkat tema “Mewujudkan Keluarga Berintegritas melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi”, kegiatan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak hanya soal memperbaiki sistem pemerintahan, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter.

Kegiatan yang diikuti para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali beserta pasangan masing-masing ini turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo.

Gubernur Koster menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Keluarga Berintegritas yang digagas KPK. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi kunci pembentukan karakter sejak dini, dan program ini semestinya tidak hanya diterapkan di lingkungan pegawai negeri dan swasta, tetapi oleh semua kalangan masyarakat.

“Keterlibatan keluarga itu sangat penting dan menjadi kunci pembentukan karakter sejak dini. Oleh sebab itu, saya sangat tertarik jika Program Keluarga Berintegritas ditanamkan oleh semua pihak. Tidak hanya di sektor pegawai negeri dan swasta, tetapi semua kalangan juga wajib terlibat. Mari kita mulai dari diri kita sendiri,” tegas Gubernur Koster.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menekankan pentingnya keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi, meliputi kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kepedulian, moral, dan etika.

Menurut Ibnu, keluarga memiliki posisi strategis karena menjadi lingkungan sosial pertama yang membentuk karakter, nilai, dan perilaku seseorang, sekaligus memengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, dan menghadapi godaan.

Namun, ia mengingatkan bahwa peran keluarga bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, keluarga dapat menjadi benteng integritas. Di sisi lain, keluarga juga berpotensi menjadi sumber tekanan atau pintu masuk terjadinya korupsi apabila nilai-nilai integritas tidak dijaga.

Karena itu, setiap anggota keluarga diharapkan dapat menjalankan fungsi kontrol dengan saling mengingatkan, dan tidak memberikan tuntutan yang mendorong anggota keluarga lainnya melakukan penyimpangan.

Ibnu menambahkan, pola hidup sederhana menjadi bagian penting dalam membangun keluarga berintegritas. Setiap anggota keluarga diharapkan mampu hidup sesuai kemampuan dan penghasilan yang sah, serta tidak menjadikan gaya hidup dan kemewahan sebagai tuntutan yang memberi tekanan kepada anggota keluarga lainnya.

Program Keluarga Berintegritas merupakan bagian dari strategi pendidikan masyarakat dalam Trisula Pemberantasan Korupsi yang dijalankan KPK, yakni pendidikan masyarakat untuk membangun budaya antikorupsi, pencegahan untuk menutup celah korupsi melalui perbaikan sistem dan tata kelola, serta penindakan melalui proses penegakan hukum hingga pemulihan aset negara (asset recovery).

Dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi pencegahan korupsi, program ini diharapkan dapat memastikan nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kepedulian tidak hanya dipahami secara konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut turut dipaparkan data penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 1.996 pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan profesi/jabatan sejak 2004. Sementara pada periode yang sama, tercatat 1.820 kasus berdasarkan instansi dan 1.827 kasus berdasarkan modus tindak pidana korupsi.

Gubernur Koster berharap kolaborasi Pemprov Bali dan KPK melalui Program Keluarga Berintegritas dapat semakin memperkuat budaya antikorupsi, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dalam keluarga dan masyarakat secara luas. Menurutnya, penguatan sistem pemerintahan harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas individu, agar upaya pencegahan korupsi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Reorter: Agus Pebriana
Editor: Nyoman