JAKARTA DIKSIMERDEKA.COM– Hati-hati bagi Anda pengguna HP Android dan hobi pakai m-banking (mobile banking). Indonesia lagi-lagi darurat kejahatan siber! Negeri kita tercinta kedapatan disorot sebagai medan uji coba perdana aksi keji komplotan peretas internasional.

Berdasarkan laporan lembaga riset siber global Group-IB, sindikat hacker asal Tiongkok bernama GoldFactory sukses memperdaya sistem keamanan bank di Indonesia . Nggak tanggung-tanggung, aksi culas ini berlangsung dari Februari hingga Juli, mencatatkan hampir 1.500 perangkat HP yang dibobol, dan kerugian para korban ditaksir menyentuh angka nyaris USD 1 juta atau sekira Rp15 miliar.

Modus yang dipakai bukan sekadar jebakan undian berhadiah abal-abal biasa. Kali ini, para peretas menggunakan teknik tingkat tinggi yang bikin geleng-geleng kepala. Mereka tega mengubah HP pribadi warga biasa seolah-olah menjadi HP kantor.

Jurus Licik ‘Pecah Kepala’ HP: Numpang Kerja tapi Ngerampok

Biar orang awam gampang paham, bayangkan HP Android Anda punya dua dunia. Dunia pertama adalah profil pribadi (buat chatting, foto keluarga, dan m-banking). Dunia kedua adalah Work Profile (profil kerja) yang biasanya dipakai karyawan kantoran supaya data perusahaan terpisah aman dari data pribadi.

Baca juga :  Polri Selidiki Dalang Maraknya Pembobolan Rekening Nasabah Bank

dilansir dari media para penggiat cyber security darkreadings.com, para hacker ini memakai trojan (virus perusak bernama Gigabud) buat masuk ke HP korban Setelah virusnya nyangkut gara-gara korban tak sengaja klik aplikasi palsu (misalnya tiruan aplikasi pajak atau maskapai), mereka diam-diam menginstal aplikasi siluman bernama Vwork [cite: ].

Lewat aplikasi siluman itu, si hacker otomatis bikin “ruang kerja palsu” di dalam HP korban tanpa sepengetahuan pemiliknya [cite: ]. Aplikasi m-banking asli yang ada di HP Anda lalu dikloning (digandakan) masuk ke dalam ruang rahasia tersebut [cite: ].

Akibat ulah licik ini:

  • Alarm Keamanan Bank Terkecoh: Ketika sistem keamanan bank mendeteksi ada virus di profil utama HP Anda, alarm tersebut tidak berbunyi di ruang profil kerja buatan hacker [cite: ].
  • Transaksi Siluman: Dari pandangan pihak bank, transfer uang yang dikuras hacker terlihat seperti transaksi normal dari perangkat atau profil baru yang bersih [cite: ].
  • Layar Hitam Menipu: Saat uang Anda dikuras habis-habisan secara live oleh peretas dari jarak jauh, layar HP korban ditutup warna hitam (black screen) biar pemilik HP nggak sadar kalau saldonya sedang dirampok [cite: ].
Baca juga :  Polri Selidiki Dalang Maraknya Pembobolan Rekening Nasabah Bank

Kenapa Sih Indonesia Selalu Jadi Sasaran Empuk?

Pakar keamanan siber dari Zimperium, Nico Chiaraviglio, blak-blakan membongkar alasan kenapa Indonesia selalu menjadi ladang basah buat penjahat siber internasional. Jawabannya sederhana: jumlah pengguna HP Android di Indonesia sangat masif, masyarakatnya hobi bertransaksi digital, dan gampang kena rayuan social engineering (manipulasi psikologis) [cite: ].

Meskipun kejahatan serupa juga mengincar negara lain seperti Thailand, Filipina, hingga Brasil [cite: ], hantaman di Indonesia dirasa paling masif oleh para peneliti [cite: ].

Jangan Panik! Ini Tanda-tanda HP Anda Lagi Disadap

Supaya dompet digital dan tabungan bank Anda aman terkendali, kenali tanda-tanda awal kalau HP Anda sedang disusupi modus kloning jahat ini:

  1. Muncul Profil Kerja Misterius: Cek pengaturan HP Anda. Kalau tiba-tiba ada Work Profile (Profil Kerja) padahal Anda bukan pegawai kantoran yang diatur bagian IT perusahaan, itu tanda bahaya mutlak
  2. Aplikasi Kembar: Periksa apakah ada aplikasi m-banking atau dompet digital yang tiba-tiba beranak atau ada dua aplikasi serupa di dalam HP Anda [
  3. Izin Akses Aneh: Cek menu aksesibilitas (accessibility) di HP Anda. Apakah ada aplikasi asing yang tiba-tiba diberi izin mengontrol layar atau membaca notifikasi
  4. Instalasi Misterius: Hati-hati jika Anda merasa tidak pernah mengunduh aplikasi apa pun, tapi tiba-tiba ada aplikasi asing yang terpasang sendiri sehabis Anda mengeklik tautan tidak dikenal.
Baca juga :  Polri Selidiki Dalang Maraknya Pembobolan Rekening Nasabah Bank

Yuk, lebih peka dan waspada! Jangan sembarangan mengunduh aplikasi di luar toko resmi Google Play Store supaya tabungan Anda nggak ludes mendadak.