COMO DIKSIMERDEKA.COM – Como menorehkan debut impian yang akan selalu diingat dalam buku sejarah klub di pentas Liga Champions. Tak tanggung-tanggung, wakil Bundesliga, RB Leipzig, digilas tanpa ampun dengan skor telak 4-1 di Stadio Sinigaglia. Jumat (11/9/2026) dini hari WIB

Empat gol kemenangan I Lariani—julukan Como—dicetak oleh Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan Maxi Perrone.

Laga ini benar-benar menjadi momen magis dan bersejarah. Como belum pernah sekalipun berpartisipasi di turnamen garapan UEFA, apalagi sekelas Liga Champions. Stadio Sinigaglia bahkan harus bersolek dan menjalani renovasi besar-besaran sepanjang musim panas agar memenuhi standar kriteria UEFA untuk menggelar pertandingan spesial ini.

Dari kubu tuan rumah, Maxence Caqueret, Edoardo Goldaniga, dan Jayden Addai harus absen karena tak masuk daftar skuad UEFA. Sementara itu, rekrutan anyar di tenggat waktu bursa transfer dari Fiorentina, Moise Kean, masih harus bersabar menunggu kesempatan starter pertamanya.

Di sisi lain, Leipzig datang dengan kondisi pincang tanpa Christoph Baumgartner, Viggo Gebel, Rocco Reitz, Abdoul Koné, dan Leopold Zingerle. Namun, mereka menyambut kembalinya Brajan Gruda, Castello Lukeba, dan Romulo dari cedera. Laga ini juga menjadi momen comeback ke tanah Italia bagi eks striker AC Milan, Christopher Nkunku, dan mantan gelandang AS Roma, Neil El Aynaoui.

Baca juga :  Prediksi Sporting Lisbon vs Arsenal: Terancam Tersingkir, Arteta di Ujung Tekanan!

Babak Pertama: Ukiran Sejarah Martin Baturina

Laga langsung berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit dibunyikan. Kiper Leipzig, Maarten Vandevoordt, dipaksa melakukan penyelamatan ganda di awal laga untuk menepis ancaman Tasos Douvikas dan bola rebound dari Nico Paz, meski akhirnya hakim garis mengangkat bendera offside saat Lucas Da Cunha mengirim umpan silang dari sisi kiri.

Momen bersejarah yang ditunggu-tunggu publik Sinigaglia akhirnya tiba. Como mencetak gol pertama mereka di ajang Liga Champions lewat kecerdikan Martin Baturina. Mengawali skema serangan, Baturina berada di posisi tepat saat umpan tarik Douvikas dari sisi kanan berhasil dipotong lawan. Lewat sebuah gerak tipu (dummy) yang membuat bek Leipzig jatuh tertipu, Baturina melepaskan tembakan keras dari jarak 11 meter untuk merobek jala gawang.

Leipzig langsung merespons. Antonio Nusa nyaris menyamakan kedudukan beberapa saat kemudian lewat aksi individunya, namun kiper Jean Butez tampil gemilang untuk menepis tembakan melengkung Andrija Maksimovic. Marc Guiu yang menyambut bola liar juga gagal mengarahkan sundulannya ke gawang.

Baca juga :  Prediksi Bodo/Glimt vs Inter Milan: Nerazzurri Diuji Kutub Utara, Lautaro Siap Menggila!

Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Leipzig justru kembali jebol. Sebuah umpan brilian Baturina dari separuh lapangan sendiri sukses membelah pertahanan lawan. Tasos Douvikas yang berlari lolos dari jebakan offside, memenangi duel fisik melawan Castello Lukeba, dan dengan dingin melepaskan tembakan yang menggandakan keunggulan Como menjadi 2-0.

Babak Kedua: Hujan Gol dan Serangan Balik Mematikan

Memasuki babak kedua, Leipzig mencoba bangkit. Willi Orban nyaris memperkecil ketertinggalan, namun gagal menjangkau tendangan bebas berbahaya dari David Raum. Ironisnya, saat Leipzig asyik menekan total, mereka justru terkena petaka lewat skema serangan balik kilat.

Nico Paz mengirim umpan matang kepada Assane Diao di sektor sayap kanan. Saat semua pemain di kotak penalti mengira ia akan melepaskan umpan silang, Diao justru melepaskan tembakan keras kaki kanan dari sudut yang sangat sempit. Bola meluncur deras tanpa bisa diantisipasi, mengubah skor menjadi 3-0!

Lini belakang Como tampil solid, terbukti lewat tekel krusial Jacobo Ramon yang berhasil menghentikan pergerakan Nkunku. Tuan rumah bahkan nyaris mencetak gol keempat andai Lucas Da Cunha tak membuang peluang emas ke gawang yang sudah kosong melompong setelah kiper Vandervoordt melakukan blunder saat memotong umpan silang.

Baca juga :  Hasil Liga Champions: Bantai Sabah FC 4-0 di Old Trafford, Peringatan Dini Setan Merah Jelang Derby Manchester!

Hanya berselang 60 detik dari kegagalan tersebut, Leipzig akhirnya memecah kebuntuan. Berawal dari kecerobohan umpan Nico Paz di lini pertahanan sendiri, Nkunku sukses memotong bola dan mengirim assist matang yang diselesaikan lewat tembakan keras Andrija Maksimovic dari tepi kotak penalti. Skor berubah 3-1.

Leipzig nyaris menambah gol lewat sundulan Ezechiel Banzuzi yang membentur mistar gawang, disusul peluang Ridle Baku dari sudut sempit yang juga gagal berbuah gol.

Di pengujung laga, Como sempat membuang peluang lewat skema serangan balik yang diawali keberhasilan Moise Kean merebut bola dari El Aynaoui, namun penyelesaian akhir Nico Paz justru melebar.

Namun, kegagalan itu segera ditebus. Pada menit terakhir pertandingan, kerja sama apik antara Nico Paz dan Kean ditutup dengan sebuah umpan terobosan membelah pertahanan. Maxi Perrone yang lolos dari kawalan dengan tenang menyontek bola menggunakan kaki kirinya, menaklukkan kiper yang terlanjur maju ke depan.

Gol tersebut menutup pesta sempurna 4-1 bagi Como, menandai malam debut yang magis dan bersejarah di panggung termegah Eropa.