Dilecehkan! Haaland Bongkar Taktik Kotor Demi Jegal Hattrick di Laga Porto vs Man City
PORTO DIKSIMERDEKA.COM Kemenangan 2-0 Manchester City atas Porto pada hari Selasa lalu rupanya menyisakan cerita menyedihkan di atas lapangan. Erling Haaland memborong seluruh gol City, tetapi bukan aksi briliannya yang jadi buah bibir, melainkan insiden memalukan di pengujung laga. Striker ganas itu mengklaim bahwa Pablo Rosario secara terang-terangan “meremas bokongnya”!
Dilansir The Guardian,Insiden konyol nan provokatif ini meledak di menit ke-92. Alih-alih berduel murni memperebutkan bola, penyerang dan gelandang itu malah bergulat sengit, bergulingan di atas rumput, dan berujung pada hadiah kartu kuning untuk keduanya setelah susah payah dipisahkan.
Haaland yang sedang haus gol rupanya sadar betul bahwa Rosario memakai segala cara kotor untuk menghentikannya.
“Saya sangat ingin mencetak hat-trick dan sepertinya dia sangat bersemangat untuk menghentikan saya mendapatkannya,” ungkap Haaland secara blak-blakan kepada media Norwegia, TV 2. “Itu sedikit menarik Anda akan melihat tayangan di mana dia meremas bokong saya. Akan sangat menarik untuk melihat foto itu.”
Tensi Panas, Pendarahan, dan Kericuhan Lorong Ganti
Insiden ‘remas bokong’ ini nyatanya hanyalah puncak dari gunung es laga yang penuh drama dan intrik. Aroma permusuhan sudah tercium tajam sejak babak pertama usai. Benturan keras antara Marc Guéhi dan Gabriel Veiga membuat nama terakhir harus tumbang dengan cedera kepala berdarah. Sejak saat itu, emosi pemain di lapangan benar-benar mendidih!
Puncaknya terjadi saat peluit turun minum dibunyikan. Kericuhan massal tak terhindarkan di dekat lorong ganti yang melibatkan pemain dan staf kedua kubu. Kamera bahkan menangkap momen panas saat bek andalan City, Rúben Dias, meletakkan tangannya ke arah pria yang tampak seperti pelatih kepala Porto, Francesco Farioli.
Kini, UEFA sedang duduk manis menunggu laporan resmi dari wasit Szymon Marciniak dan delegasinya, Stéphanie Ford, sebelum menjatuhkan hukuman berat kepada sang bek maupun pihak Manchester City.
Sentuhan Sang Ayah dan Lelahnya Mesin Gol
Di balik drama kotor dan kericuhan tersebut, Haaland membuktikan kelasnya sebagai predator sejati lewat gol pembukanya di menit ke-47 melalui sebuah sundulan maut. Sang pemain bernomor punggung 9 itu membocorkan bahwa senjata barunya ini tak lepas dari gemblengan sang ayah, Alf Inge, yang juga mantan penggawa City.
“Dua hari yang lalu saya berlatih sundulan dengan ayah saya di taman,” akunya. “Selama bertahun-tahun, saya telah banyak melatih sundulan saya. Saya telah meningkatkannya secara besar-besaran dan itu telah menjadi kekuatan dalam permainan saya. Saya pikir banyak hal ini bergantung pada pengalaman.”
Namun, mesin sekuat Haaland pun punya batasnya. Striker berusia 26 tahun ini sepakat dengan sang manajer, Enzo Maresca, bahwa dirinya sangat membutuhkan waktu istirahat di tengah jadwal sepak bola modern yang mencekik leher.
“Tidak mudah untuk mendapatkan istirahat dalam bisnis ini,” tegas pemain asal Norwegia tersebut. “Seperti selama jeda internasional, kami memainkan empat pertandingan dalam 10 atau 11 hari, jadi itu tidak mudah. Tetapi Anda harus mencoba menyelipkan beberapa hari di sana-sini dan memberikan pikiran Anda sedikit jeda.”

Tinggalkan Balasan