DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Peta pasar wisatawan mancanegara (wisman) Bali mulai bergeser. Wisman asal Cina menunjukkan pertumbuhan signifikan pada Juli 2026, sementara kunjungan dari India justru menurun.

Secara kumulatif hingga Juli, Cina bahkan menggeser India sebagai negara dengan kontribusi kunjungan terbesar kedua ke Bali.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada Selasa (1/9/2026) melaporkan pada Juli 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 697.809 ribu.

Dari total jumlah kunjungan tersebut, wisatawan pemegang paspor Cina mencapai 59.029 kunjungan. Angka tersebut meningkat 41,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sebaliknya, kunjungan wisman pemegang paspor India pada periode yang sama mencapai 39.624 kunjungan atau turun 28,72 persen dibandingkan Juni 2026.

Baca juga :  Ekonomi Bali Tumbuh 5,82%, Jadi Sorotan di IDSD BRIN 2025

Perubahan tersebut membuat posisi Cina semakin kuat dalam daftar pasar utama pariwisata Bali. Pada Juli, Cina berada di posisi kedua setelah Australia, disusul India, Prancis, dan Inggris.

Adapun wisatawan dengan paspor Australia masih menjadi penyumbang wisman terbesar dengan 174.539 kunjungan atau sekitar 25,01 persen dari total kunjungan wisman ke Bali pada Juli.

Dari sisi kawasan, Eropa menjadi penyumbang kunjungan terbesar pada Juli dengan 200.182 kunjungan.

Jumlah tersebut meningkat 47,12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kawasan Oseania berada di posisi berikutnya dengan 195.481 kunjungan atau meningkat 12,40 persen.

Adapun kunjungan wisman dari kawasan Asia meningkat 7,78 persen. Sementara kunjungan dari negara-negara ASEAN justru turun 17,01 persen. Kunjungan dari kawasan Amerika juga mengalami penurunan 0,66 persen.

Baca juga :  BPS: Sektor Pertanian Tumbuh Positif 2,59 Persen di Kuartal ke IV

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, jumlah kunjungan wisman langsung ke Bali mencapai 3.900.965 kunjungan. Meski jumlahnya telah menembus 3,9 juta, angka tersebut masih turun 1,98 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dalam periode yang sama, Australia tetap menjadi pasar terbesar dengan 977.376 kunjungan atau tumbuh 6,50 persen. Cina berada di posisi kedua dengan 344.149 kunjungan atau meningkat 6,15 persen.

India yang sebelumnya menjadi salah satu pasar utama Bali berada di posisi ketiga dengan 317.680 kunjungan. Jumlah tersebut turun 8,14 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.

Baca juga :  Perkembangan Ekspor Oktober 2022 Naik 0,13 Persen

Di bawahnya terdapat Inggris dengan 169.831 kunjungan atau turun 10,29 persen, serta Korea Selatan dengan 163.298 kunjungan yang turun 18,37 persen.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan kenaikan kunjungan pada Juli terjadi ketika Bali mulai memasuki periode puncak musim liburan di sejumlah negara asal wisman.

Sejumlah negara seperti Australia, Cina, Korea Selatan dan negara-negara Eropa memasuki musim liburan pada periode tersebut.

Ia mengatakan kenaikan Juli menjadi perkembangan positif setelah kunjungan wisman Bali masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya pada April, Mei, dan Juni.

Reporter: Agus Pebriana