Pemerintah Bidik Pembukaan Green Jobs dari Rehabilitasi Mangrove
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kementerian Lingkungan Hidup (LH) tengah membidik pembukaan lapangan kerja hijau (green jobs) lewat program rehabilitasi mangrove.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah memperkirakan pemanfaatan mekanisme pasar karbon melalui rehabilitasi mangrove memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan.
“Berdasarkan berbagai perhitungan yang kami lakukan, pembangunan Indonesia melalui pemanfaatan mekanisme pasar karbon merupakan kegiatan ekonomi yang sangat menjanjikan,” terangnya saat peringatan Hari Mangrove Sedunia, di Bali, Sabtu (26/7/2026).
Ia menyebutkan, sejumlah investor berskala besar telah menyatakan minat untuk berinvestasi dalam rehabilitasi mangrove di Indonesia dengan cakupan hingga ratusan ribu hektare sehingga dengan skema tersebut diyakini mampu menciptakan kegiatan ekonomi baru yang ramah lingkungan.
“Selama tiga sampai empat tahun masyarakat dapat memperoleh penghasilan dari kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove. Ketika kredit karbon diperdagangkan di pasar karbon internasional, masyarakat juga akan memperoleh manfaat melalui skema benefit sharing,” ujarnya.
Untuk itu, Jumhur mengatakan rehabilitasi mangrove ke depan tidak hanya bergantung pada pendanaan APBN, APBD maupun kegiatan sukarela, tapi juga membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui mekanisme perdagangan karbon (carbon market) internasional.
Jumhur menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau karena memiliki pesisir dan hutan mangrove yang luas.
Menurutnya, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan sehingga menjadi salah satu aset penting dalam upaya menekan emisi gas rumah kaca.
“Menanam satu hektare mangrove setara dengan menanam sekitar empat hingga lima hektare vegetasi daratan biasa dalam kemampuan menyerap karbon. Karena itu pemerintah sangat serius mendorong rehabilitasi mangrove,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Jumhur juga mengajak seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat komitmen menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Adapun Hari Mangrove Sedunia tahun ini diikuti secara serentak di 162 titik yang tersebar di 37 provinsi. Kegiatan itu melibatkan ribuan peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam memulihkan ekosistem mangrove di Indonesia.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan