Dekranasda Bali Dorong Ekonomi Kreatif, Fashion Road Show Perdana Tampilkan Karya Desainer dan IKM Lokal
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus memperkuat komitmennya dalam memajukan industri fesyen daerah dengan menghadirkan Dekranasda Bali Fashion Road Show, sebuah program baru yang bertujuan memperluas ruang promosi bagi desainer dan industri kecil menengah (IKM) lokal. Kegiatan perdana digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Kamis (23/7).
Program yang diinisiasi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, ini akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai pengembangan dari program Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) dan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang selama ini sukses mendorong perkembangan industri fesyen berbasis budaya Bali.
“Ini pertama kali kita laksanakan dan Kabupaten Badung menjadi lokasi perdana. Secara teknis kami menghadirkan karya-karya desainer lokal Bali, khususnya para desainer yang telah tumbuh dan berkembang di masing-masing kabupaten/kota,” ujar Ny. Putri Koster saat membuka kegiatan.
Menurutnya, penyelenggaraan DBFW dan DBFD selama ini telah memberikan dampak positif bagi perkembangan industri fesyen Bali. Selain melahirkan desainer-desainer baru dan memperkuat eksistensi IKM lokal, program tersebut juga berhasil meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap busana berbahan tenun tradisional Bali.
Putri Koster menjelaskan, perkembangan industri fesyen Bali kini semakin menggembirakan. Jika sebelumnya banyak karya desainer hanya ditampilkan dalam ajang peragaan busana, kini semakin banyak yang menghadirkan koleksi ready to wear yang praktis, modern, dan dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari tanpa meninggalkan identitas budaya Bali.
“Jadi, akar tradisinya tetap kuat, tetapi tampil modern dan modis ketika dikenakan di ruang publik,” katanya.
Ia optimistis, melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Bali memiliki peluang besar untuk dikenal sebagai salah satu pusat mode dunia.
“Tidak sekarang, mungkin beberapa puluh tahun lagi. Namun, jika kita terus melakukannya secara konsisten, saya yakin suatu saat Bali dapat dikenal sebagai pusat mode dunia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga mengajak seluruh Ketua Dekranasda kabupaten/kota di Bali untuk menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku UMKM dan IKM di daerah masing-masing.
“Saya berharap Ketua Dekranasda kabupaten/kota memiliki program yang benar-benar menyasar UMKM dan IKM di wilayahnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyambut baik dipilihnya Badung sebagai lokasi perdana penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi desainer muda sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan IKM lokal kepada masyarakat.
Selain menghadirkan pergelaran busana karya para desainer Bali, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran produk kriya dan fesyen hasil karya IKM serta stan UMKM yang menyajikan beragam panganan khas Bali. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Provinsi Bali dalam memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan daya saing pelaku usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di Pulau Dewata.

Tinggalkan Balasan