Bali Butuh 34 Juta Lonjor Bambu Setiap Tahun untuk Upakara dan Berbagai Kebutuhan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Bali membutuhkan sedikitnya 34 juta lonjor bambu setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan upakara keagamaan, kerajinan, hingga berbagai aktivitas masyarakat.
Tingginya permintaan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena ketersediaan bambu di Pulau Dewata dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kordinator Wilayah Bali Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Mochammad Nicko Agung Pangestu.
“Kami kemarin belajar ke BRIN, ternyata di Bali untuk upacara dan penggunaan sehari-hari, Bambu itu dibutuhkan sekitar 34 juta lonjor bambu setiap tahun,” ungkapnya, Rabu (22/7/2026).
Nicko mengatakan untuk Hari Raya Galungan dan Kuningan saja kebutuhan bambu sekitar 4-5 juta lonjor bambu.
“Bisa kita hitung saja Galungan setahun dua kali. Artinya kita butuh 10 juta lonjor bambu untuk galungan saja. Belum untuk Ngaben, odalan dan upacara lainya,” terangnya.
Kebutuhan 34 juta lonjor bambu itu tambahnya tidak bisa dipenuhi oleh Bali sendiri. Ia mengatakan Bali masih harus mengimpor bambu dari daerah lain.
Untuk itu, Nicko mengatakan pihaknya tengah merancang program bernama Bambu Loka. Program ini bertujuan memperluas penanaman bambu, terutama di halaman pura di Bali.
“Mohon maaf saya sendiri menemui di Kintamani, pohon bambu ditebang untuk tanaman jeruk,” ungkapnya.
Di samping untuk memenuhi kebutuhan bambu di Bali, Nicko mengatakan masifnya penanaman pohon bambu juga penting untuk menjaga ketahanan lingkungan Bali.
Nicko mengatakan satu betung bambu memiliki kemampuan untuk menyimpan 100 liter air saat musim hujan. Sementara dalam satu pohon biasanya ada 36 betung sehingga bisa menyimpan 3600 liter air.
“Ketika musim hujan kita menanam bambu, lalu musim kemarau, artinya kita bisa menyimpan 3600 liter air,” ungkapnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan