DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memborong 500 eksemplar buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman.

Buku tersebut dibagi-bagi kepada sekitar 500 mahasiswa yang mengikuti bedah buku di Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7/2026).

“Untuk menghormati mahasiswa yang hadir, saya membeli buku Pak Rocky untuk dibagikan kepada mahasiswa,” ujar Koster.

Menurut Koster, buku tersebut memuat nilai-nilai ideologis yang penting dipahami generasi muda. Untuk itulah ia memborong buku dan membagikanya kepada mahasiswa.

Ia berharap para mahasiswa dapat menyerap gagasan-gagasan dalam buku itu sebagai bekal membangun bangsa dengan fondasi ideologi yang kuat.

Baca juga :  Gubernur Bali Moratorium Alih Fungsi Lahan Produktif untuk Fasilitas Komersil

“Di dalam buku ini terdapat nilai-nilai ideologis yang perlu dipahami mahasiswa agar bangsa ini dibangun dengan fundamen ideologi yang kuat,” katanya.

Langkah Koster mendapat apresiasi dari Rocky Gerung. Menurutnya, keputusan membeli ratusan buku untuk mahasiswa menunjukkan rasa tanggung jawab Gubernur Koster melahirkan pemikir-pemikir bangsa dari Bali.

“Pak Gubernur mengerti kebutuhan mahasiswa. Kalian mungkin tidak bisa membeli buku ini karena harganya cukup mahal. Tetapi Pak Gubernur bertanggung jawab melahirkan pemikir-pemikir dari Bali. Hadiah termahal adalah buku,” ujar Rocky.

Baca juga :  Kurangi Beban Masyarakat, Gubernur Koster Beri Keringanan Pajak PKB dan BBNKB

Adapun Buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z berupaya menghidupkan kembali pemikiran Marhaenisme yang digagas Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dalam konteks tantangan zaman saat ini.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit GDN Press merupakan gugatan tajam atas stigma yang selama ini dilekatkan pada Generasi Z sebagai generasi rapuh, instan, dan mudah mengeluh.

Melalui pendekatan kritis, buku ini membongkar kenyataan yang kerap tersembunyi: bahwa persoalan yang dihadapi Gen Z bukan semata soal karakter, melainkan hasil dari sistem yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Perintahkan Deportasi WNA yang Berfoto Telanjang di Kawasan Suci

Di tengah krisis iklim, ketidakpastian kerja, disrupsi kapitalisme digital, melemahnya solidaritas kemanusiaan akibat konflik global, hingga krisis reproduksi sosial dan kemunduran demokrasi, Gen Z dihadapkan pada tantangan yang jauh melampaui sekadar kebutuhan akan motivasi hidup.

Buku ini menawarkan Marhaenisme sebagai dalil baru yaitu sebuah kerangka berpikir yang menjadi jembatan dialog untuk membongkar realitas yang tertutup dan merumuskan jalan menuju kehidupan yang berdaulat.

Dengan landasan rasionalitas, Marhaenisme dihadirkan sebagai pijakan akal sehat dalam perjuangan menuju pemerdekaan sosial dan kehidupan bersama yang lebih adil.

Reporter: Agus Pebriana