DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini sebagai upaya melahirkan pesepak bola profesional dari Pulau Dewata. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi sarana latihan bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) Manistutu United dan Academy Football Denpasar United.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima jajaran pengurus, pelatih, dan pemain SSB Manistutu United KU-12 di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Rabu (15/7/2026). Pada kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan apresiasi atas prestasi SSB Manistutu United yang berhasil meraih Juara II Nasional (Runner-up) dalam ajang Piala Dunia Anak Indonesia 2026.

Baca juga :  Gubernur Koster Akan Konsolidasikan Seluruh BPR untuk Perkuat Ekonomi Bali

Menurut Koster, prestasi yang diraih para pemain muda tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bali sekaligus membuktikan bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini mampu menghasilkan atlet yang berprestasi di tingkat nasional.

“Saya mengucapkan selamat kepada SSB Manistutu United atas prestasi yang membanggakan ini. Teruslah berlatih dengan disiplin dan semangat agar kelak menjadi pemain sepak bola profesional yang mengharumkan nama Bali dan Indonesia,” ujar Koster.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Bali siap membantu penyediaan fasilitas latihan bagi SSB Manistutu United agar pembinaan atlet muda dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Baca juga :  Warga Bali Waspada Hujan Lebat Besok, BPBD Diminta Siaga

Dalam pertemuan yang sama, Gubernur Koster juga memberikan dukungan kepada Academy Football Denpasar United dengan mengizinkan penggunaan Stadion I Gusti Ngurah Rai sebagai lokasi penyelenggaraan turnamen sepak bola yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Ia berharap turnamen tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang kompetisi yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berkualitas dari Bali.

“Saya mendukung pembinaan sepak bola sejak usia dini. Academy Football Denpasar United harus mampu melahirkan bibit-bibit pemain profesional yang nantinya bisa memperkuat Bali maupun Indonesia,” tegasnya.

Baca juga :  Koster: Petani Harus Jadi Penerima Manfaat Pariwisata, Bukan Sekadar Penjaga Lanskap Bali

Untuk memperkuat pembinaan olahraga, Koster juga meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menyusun program pembinaan sepak bola usia dini secara lebih terstruktur dan berkesinambungan.

“Saya minta Kadisdikpora Bali memprogramkan pembinaan sepak bola usia dini agar pembinaan atlet berjalan sistematis dan prestasi sepak bola Bali terus meningkat,” kata Koster.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah sepak bola, dan berbagai pemangku kepentingan, Koster berharap Bali mampu melahirkan lebih banyak pemain sepak bola profesional yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.