Pasar Rakyat Bangli Ramai Pengunjung, Putri Koster Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal
DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI – Antusiasme masyarakat memadati Pasar Rakyat di Kabupaten Bangli menjadi bukti tingginya minat terhadap produk lokal sekaligus memberikan angin segar bagi para pelaku UMKM dan petani. Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, yang menegaskan bahwa Pasar Rakyat bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Putri Koster saat berdialog bersama masyarakat dalam siaran interaktif Radio RPKB Bali di Bangli, Rabu (8/7). Ia mengungkapkan rasa bahagianya melihat masyarakat dari berbagai daerah, seperti Badung, Gianyar, Klungkung, hingga Denpasar, datang langsung berbelanja di Pasar Rakyat.
Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari semangat mempererat kebersamaan antarpengurus TP PKK se-Bali sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Pasar Rakyat, kebersamaan tidak hanya diwujudkan dalam pertemuan formal, tetapi juga melalui aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat dan pelaku usaha kecil.
“Pasar Rakyat menjadi ruang bagi kami untuk bergerak, berbagi, dan mempererat kebersamaan. Selain berkumpul, kami juga bisa menyapa masyarakat sekaligus memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam setiap penyelenggaraan Pasar Rakyat, seluruh TP PKK kabupaten/kota di Bali ikut berpartisipasi dengan membawa paket bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sementara itu, TP PKK Provinsi Bali menyiapkan ratusan paket bantuan berisi beras, kebutuhan pokok, serta berbagai produk lokal yang dibeli langsung dari para pedagang di lokasi kegiatan.
Putri Koster mengaku kebahagiaan terbesar yang dirasakannya bukan semata melihat acara berjalan lancar, melainkan ketika para pedagang kecil mampu menjual seluruh dagangannya. Bahkan, tidak sedikit pedagang yang harus kembali mengambil stok tambahan karena tingginya minat pembeli.
“Ketika melihat pedagang pulang dengan wajah sumringah karena hasil jualannya laris, di situlah kita merasakan bahwa kegiatan sederhana pun bisa memberikan manfaat yang besar,” katanya.
Ia menilai Pasar Rakyat juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan memperpendek rantai distribusi. Masyarakat dapat memperoleh produk segar dengan harga lebih terjangkau, sementara petani dan pelaku UMKM memperoleh keuntungan yang lebih baik.
Lebih jauh, Putri Koster mendorong agar UMKM di Bali terus meningkatkan daya saing melalui inovasi dan pengolahan produk lokal. Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan jiwa kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, dan pengembangan industri berbasis potensi daerah.
Ia mencontohkan jeruk Kintamani sebagai komoditas unggulan Bangli yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah, seperti jus, sirup, selai, hingga aneka suvenir khas daerah. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus mendukung sektor pariwisata.
“Jangan hanya menjual hasil panen mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain mendorong kemajuan UMKM, Putri Koster juga menyoroti pentingnya peran media penyiaran dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, radio masih menjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menjadi sarana promosi bagi pelaku UMKM.
Pada kesempatan tersebut, ia turut mengajak masyarakat membangun kesadaran dalam mengelola sampah sejak dari rumah dengan menerapkan pemilahan sampah sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019. Ia menilai persoalan sampah dapat diatasi apabila masyarakat disiplin mengelola sampah organik menjadi kompos dan memperkuat pengelolaan sampah anorganik secara terpadu.
Menutup dialognya, Putri Koster mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mencintai produk lokal, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bali yang sejahtera dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan