DIKSIMERDEKA.COM MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya mengakui bahwa serangan drone dan rudal Ukraina mulai memberikan dampak nyata terhadap pasokan bahan bakar (BBM) di negaranya. Meski menegaskan situasi belum memasuki fase kritis, Putin mengakui Rusia kini menghadapi kekurangan pasokan akibat rentetan serangan yang menghantam infrastruktur energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam wawancara yang dipublikasikan Kremlin pada Minggu (29/6/2026), ketika perang Rusia-Ukraina memasuki tahun keempat.

Selama beberapa bulan terakhir, Ukraina semakin gencar menyerang kilang minyak, depot bahan bakar, serta jalur logistik Rusia. Kyiv menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas bombardir hampir setiap hari yang dilakukan Moskow terhadap wilayah sipil dan fasilitas energi Ukraina sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

“Serangan terhadap infrastruktur penting, khususnya fasilitas energi, memang menimbulkan masalah. Itu sudah jelas,” kata Putin dilansir oleh The Guardian, Senin (29/6/2026).

“Saat ini kami memang mengalami kekurangan pasokan tertentu, tetapi situasinya belum berada pada tingkat yang kritis,” lanjutnya.

Menurut Putin, prioritas pemerintah Rusia saat ini adalah memperkuat sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan drone Ukraina sekaligus memastikan distribusi bahan bakar tetap berjalan, terutama menuju Semenanjung Crimea.

Wilayah Crimea, yang dianeksasi Rusia dari Ukraina pada 2014, menjadi salah satu daerah yang paling terdampak. Pemerintah setempat bahkan telah menetapkan status darurat setelah pasokan BBM terganggu dan pemadaman listrik terjadi akibat serangan Ukraina terhadap rantai logistik serta fasilitas minyak.

Aneksasi Crimea sendiri hingga kini masih ditolak oleh sebagian besar negara di dunia yang tetap menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari Ukraina.

Beberapa jam sebelum wawancara tersebut dipublikasikan, Putin juga berpidato dalam Kongres Partai Rusia Bersatu. Dalam kesempatan itu ia berjanji akan menjamin keamanan nasional di tengah meningkatnya serangan balasan dari Ukraina.

“Kami mengetahui seluruh persoalan yang ada dan sedang mengambil langkah untuk mengatasinya. Kami akan memastikan keamanan negara, melindungi warga kami, serta menjaga keutuhan perbatasan Rusia,” ujar Putin.

Ia juga menegaskan Rusia mampu menghadapi seluruh tantangan, termasuk serangan yang disebutnya sebagai aksi teror terhadap wilayah dan infrastruktur negaranya.

Pernyataan Putin muncul hanya beberapa jam setelah serangan drone Ukraina menghantam wilayah Krasnodar di Rusia selatan. Serangan tersebut menewaskan satu orang sekaligus memicu kebakaran di sebuah kilang minyak, menurut Gubernur Krasnodar Veniamin Kondratyev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut operasi itu sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan Rusia melanjutkan perang.

“Kilang minyak Slavyansk di wilayah Krasnodar yang berjarak sekitar 300 kilometer dari garis depan berhasil kami serang. Kami juga menghantam sebuah kilang di wilayah Yaroslavl yang berjarak sekitar 700 kilometer dari perbatasan Ukraina,” tulis Zelenskyy melalui platform X.

Pekan lalu, Ukraina juga melancarkan serangan terhadap kilang minyak di tenggara Moskow. Serangan tersebut memicu kebakaran besar yang menghasilkan kepulan asap hitam pekat hingga terlihat di kawasan pinggiran ibu kota Rusia.

Serangkaian serangan itu menunjukkan kemampuan Ukraina menjangkau target-target strategis jauh di dalam wilayah Rusia. Selain merusak fasilitas energi, operasi tersebut dinilai meningkatkan tekanan terhadap logistik militer Moskow sekaligus memperlihatkan bahwa perang kini semakin meluas ke wilayah domestik Rusia.

Di sisi lain, pengakuan Putin mengenai terganggunya pasokan BBM menjadi salah satu pernyataan paling terbuka dari Kremlin sejak konflik dimulai. Meski menegaskan situasi masih terkendali, pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa serangan Ukraina mulai memberikan dampak nyata terhadap infrastruktur energi dan rantai distribusi bahan bakar Rusia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa serangan Ukraina mulai memberi tekanan nyata terhadap logistik dan sektor energi Rusia. Meski Putin menegaskan situasi masih terkendali, gangguan distribusi bahan bakar serta meningkatnya serangan ke wilayah Rusia diperkirakan akan menjadi tantangan besar bagi Moskow dalam beberapa bulan mendatang.

Meski Kremlin menegaskan situasi belum memasuki tahap darurat, sejumlah pengamat menilai serangan Ukraina terhadap kilang minyak, depot bahan bakar, dan jalur logistik akan terus menguji ketahanan sektor energi Rusia. Jika serangan semacam ini berlanjut, dampaknya diperkirakan semakin terasa terhadap distribusi BBM dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Rusia.