DIKSIMERDEKA.COM, KARANGASEM – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta mengingatkan para pelajar agar bijak menggunakan media sosial dan selalu terbuka kepada orang tua dalam menghadapi berbagai persoalan remaja. Pesan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di SMP Negeri 5 Amlapura, Kabupaten Karangasem, Senin (11/5).

Dalam kegiatan itu, Ny. Seniasih menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua harus menjadi tempat utama bagi anak untuk bercerita dan mencari solusi, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun informasi negatif di media sosial.

Baca juga :  Forum PUSPA Tancap Gas Sosialisasi Cegah Perkawinan Anak

“Jangan jadikan media sosial sebagai tempat utama mencurahkan masalah. Orang tua adalah tempat terbaik untuk meminta arahan dan perlindungan karena mereka selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya,” ujar Seniasih.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar memiliki literasi digital yang baik di tengah derasnya arus informasi di dunia maya. Anak-anak diminta lebih waspada terhadap penyebaran hoaks, konten negatif, hingga paham radikalisme yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.

Baca juga :  Seniasih Giri Prasta Kukuhkan Forum PUSPA se-Bali, Tekankan Perlindungan Perempuan dan Anak

Menurut Seniasih, penggunaan media sosial tanpa pengawasan dan kontrol diri dapat memicu berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan terhadap anak. Karena itu, pelajar diharapkan mampu menggunakan teknologi secara positif untuk mendukung pendidikan dan pengembangan diri.

“Anak-anak harus cerdas memilih informasi dan mampu mengendalikan diri saat menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Baca juga :  Hari Kartini 2026, Seniasih Giri Prasta Ajak Warga Binaan Lapas Perempuan Bangkit

Selain literasi digital, ia juga menyoroti pentingnya kecerdasan emosional bagi remaja. Kemampuan mengenali dan mengontrol emosi dinilai menjadi bekal penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat serta menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Melalui sosialisasi tersebut, Forum PUSPA Bali berharap kesadaran pelajar terhadap pentingnya komunikasi keluarga, pengendalian emosi, dan penggunaan media sosial secara bijak semakin meningkat guna melindungi anak-anak Bali dari berbagai ancaman sosial di era digital.