Bos Pentagon Hegseth ‘Dikuliti’ di Senat AS! Klaim Menang Lawan Iran Dibilang Ngibul
DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON DC-Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sudah terlanjur klaim kemenangan.
Pidato penuh percaya diri.
Tapi di Senat, semuanya runtuh, ihantam kritik keras dari para wakil rakyat sendiri.
Senator Bongkar Klaim Pentagon: Kemenangan Itu ‘Dibesar-besarkan’
Sidang panas terjadi di Capitol Hill.
Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, dituding memberikan gambaran yang tidak akurat kepada Presiden Donald Trump terkait perang AS melawan Iran.
Senator senior dari Partai Demokrat, Jack Reed, langsung menyerang tanpa basa-basi.
“Keluarga-keluarga Amerika menanggung biaya perang yang tidak mereka inginkan dan tidak memberi manfaat apa pun. Namun Anda sudah menyatakan kemenangan sebulan lalu,” tegasnya seperti yang dikutip The Guardian, Jumat (1/5/2026).
Biaya Membengkak, Rakyat Menanggung
Perang yang belum jelas arah akhirnya ini justru membebani rakyat.
Harga bahan bakar naik.
Ekonomi tertekan.
Dan publik mulai mempertanyakan: untuk apa semua ini?
Reed: Hegseth Pakai Konsep Asal Bapak Senang (ABS)
Kritik Reed makin tajam.
Ia menuduh Hegseth lebih memilih menyenangkan presiden daripada menyampaikan fakta sebenarnya.
“Saya khawatir Anda mengatakan kepada Presiden apa yang ingin ia dengar, bukan apa yang perlu ia dengar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa klaim kemenangan itu menyesatkan.
“Pernyataan Anda berbahaya karena dilebih-lebihkan. Rezim keras Iran masih ada, stok uranium masih tersimpan, dan program nuklirnya tetap berjalan,” tambahnya.
Sentilan Pedas: Tanpa Strategi, Ini Jalan ke Kekalahan
Reed bahkan menyentil strategi perang Amerika.“Militer kita bertindak heroik, tapi kekuatan militer tanpa strategi yang jelas adalah jalan menuju kekalahan jangka panjang,” katanya.
Ucapan ‘Tanpa Ampun’ Disorot, Dianggap Berbahaya
Tak hanya strategi, gaya bicara Hegseth juga disorot.
Ia sebelumnya menyatakan akan menghadapi Iran tanpa belas kasihan atau no mercy.
Reed menilai pernyataan itu berbahaya.
“Anda terlalu sering membuat pernyataan berbahaya yang justru merusak misi. Pernyataan ‘tanpa aturan keterlibatan’ dan ‘tanpa belas kasihan’ itu bisa mengarah pada kejahatan perang,” tegasnya.
Hegseth Balik Serang: Senator Pengkritik Sebagai ‘Pecundang’
Tak tinggal diam, Hegseth membalas keras kritik tersebut. “Musuh terbesar kita saat ini adalah para pengkritik ceroboh dan penuh sikap menyerah dari Partai Demokrat dan sebagian Republik,” katanya.
Ia bahkan menyebut para pengkritik sebagai pihak yang mencoba merusak misi besar Amerika.
📊 Publik Tak Percaya, Dukungan Melemah
Namun fakta di lapangan berbicara lain.
Survei menunjukkan mayoritas warga Amerika menolak perang ini.
Kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan risiko konflik yang lebih luas terus meningkat.
💬 Senator Lain Ikut Menyerang
Senator Kirsten Gillibrand menegaskan:
“Saya tidak yakin Anda memahami betapa besar penolakan rakyat Amerika terhadap perang ini. Ini perang tanpa izin… Mengapa Anda terus melanjutkannya?” katanya.
Sementara itu, Senator Richard Blumenthal menambahkan:
“Anda menyebut ini kesuksesan militer yang luar biasa, tapi rakyat Amerika tidak mempercayainya. Jika ini disebut kemenangan, saya tak bisa membayangkan seperti apa kekalahan.”
Di atas kertas, pemerintah AS berbicara soal kemenangan.
Di lapangan, perang masih buntu.
Dan di dalam negeri, suara kritik makin keras.
Pertanyaannya kini:
Apakah ini benar kemenangan atau sekadar narasi yang dipaksakan?

Tinggalkan Balasan