Antrabez Band Warga Binaan Lapas Kerobokan Tampil di Forum Internasional
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi warga binaan melalui program pembinaan berbasis seni dan kreativitas.
Salah satu hasil nyata dari program tersebut ditunjukkan lewat penampilan Antrabez Band, grup musik yang beranggotakan warga binaan, dalam ajang internasional Colombo Plan Drug Advisory Program National Secretariat Meeting (CPDAP NSM) 2026.
Antrabez Band tampil sebagai pengisi acara pada kegiatan yang berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Selasa (28/4/2026). Penampilan ini menjadi bagian dari penyambutan delegasi mancanegara sekaligus menampilkan keberhasilan program pembinaan yang dijalankan Lapas Kerobokan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, mengatakan pengembangan bakat seni musik menjadi salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
“Keikutsertaan mereka dalam acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi bukti nyata bahwa warga binaan mampu bertransformasi ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang,” ujar Hudi.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan poin ke-11 dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 yang menitikberatkan pada pemenuhan hak pendidikan serta pengembangan minat dan bakat narapidana.
Melalui pembinaan seni musik, warga binaan tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga dibangun mental, disiplin, dan rasa percaya diri sebagai bekal reintegrasi sosial.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, menyampaikan dukungannya terhadap langkah progresif Lapas Kerobokan dalam membuka ruang bagi warga binaan tampil di kegiatan eksternal dengan pengamanan ketat.
Menurutnya, pelibatan warga binaan dalam agenda resmi di luar lapas merupakan bentuk transparansi sekaligus akuntabilitas pemasyarakatan dalam mengelola potensi sumber daya manusia.
“Ini menjadi pesan bahwa pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga membuka kesempatan kedua bagi warga binaan untuk menunjukkan perubahan positif kepada masyarakat,” kata Decky.
Lewat harmoni musik yang dibawakan Antrabez Band, tersampaikan pesan kuat tentang harapan, perubahan, dan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan