Viral Video Jabat Tangan Koster dan Luh Djelantik, Gus Wawan Ungkap Ada Framing Negatif
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Beredar potongan video pendek di media sosial yang menarasikan sikap Gubernur Bali Wayan Koster secara negatif saat bertemu anggota DPD RI Bali Ni Luh Djelantik di Art Center, Denpasar. Video tersebut memicu polemik dan dinilai sebagai penggiringan opini yang tidak utuh.
Berdasarkan penelusuran, peristiwa itu terjadi saat Gubernur Koster bersiap menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam rangkaian acara Dharma Shanti Nasional.
Dalam situasi formal dan terburu-buru, Koster bergerak menuju pintu masuk utama Art Center karena rombongan Menko PMK telah memasuki area acara. Di tengah langkah cepat tersebut, ia berpapasan dengan rombongan lain, termasuk Ni Luh Djelantik.
Meski dalam kondisi tergesa menjalankan tugas protokoler sebagai tuan rumah, Koster tetap menyalami Ni Luh Djelantik. Namun, video yang beredar di TikTok dan Instagram hanya menampilkan momen saat tangan keduanya terlepas tanpa memperlihatkan konteks keseluruhan situasi.
Tim Komunikasi Gubernur Bali melalui I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati atau Gus Wawan menyayangkan narasi yang berkembang di media sosial.
“Sangat disayangkan secara impulsif Ibu Ni Luh Djelantik membuat penilaian bahwa Pak Gubernur tidak menghargai beliau,” ujar Gus Wawan, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, Ni Luh Djelantik menyaksikan langsung kondisi saat itu ketika Gubernur berjalan cepat untuk menyambut Menko PMK.
“Faktanya, Bu Ni Luh menyaksikan sendiri bagaimana Pak Gubernur secara tergopoh-gopoh berjalan untuk menyambut kedatangan Bapak Menko saat acara Dharma Shanti Nasional. Namun, kemudian secara sengaja dibangun framing negatif terhadap kejadian tersebut,” katanya.
Tim Komunikasi menilai unggahan potongan video dengan narasi yang tidak utuh berpotensi menjatuhkan nama baik Gubernur Bali sekaligus memicu kegaduhan di masyarakat.
“Ini tentunya sesuatu yang sangat tidak baik karena cenderung seperti ingin menjatuhkan nama baik Gubernur Bali dan membuat gaduh di masyarakat. Sebagai seorang wakil rakyat, rasanya perlu untuk bisa berpikir, berbicara, dan bersikap lebih bijak ke depannya,” tegas Gus Wawan.
Tim Komunikasi Gubernur mengimbau masyarakat Bali agar lebih selektif dalam menyaring informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang dipotong tanpa konteks.
“Ngiring semeton, jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang negatif. Mari kita jaga suasana Bali tetap teduh dan damai dengan tidak menyebarkan kebencian atau berita bohong,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan lanjutan dari pihak Ni Luh Djelantik terkait klarifikasi yang disampaikan Tim Komunikasi Gubernur.

Tinggalkan Balasan