DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali melakukan Rapat Kordinasi (Rakor) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang digelar di Gedung Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu (11/3/2026). Rakor membahas pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri yang jatuh berdekat.

Rakor tersebut dihadiri dan dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster. Turut hadir Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali KH Mahrusun Hadyono.

Baca juga :  Gubernur Koster Targetkan Pendapatan Daerah di RAPBD 2025 Capai Rp 6,5 T

Saat ditemui seusai rakor, Gubernur Koster mengatakan rakor membahas agar pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri di Pulau Bali dapat berjalan nyaman dan aman.

Ia mengatakan seluruh pihak dan majelis umat beragama yang hadir dalam rakor tersebut bersepakat menjaga situasi tetap aman, nyaman, dan tertib selama pelaksanaan dua hari besar keagamaan tersebut.

“Semua majelis umat sepakat Nyepi dan Idulfitri dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujarnya.

Lebih jauh, terkait polemik pelaksanaan takbiran yang berpotensi dilaksanakan ketika hari raya Nyepi, Koster mengatakan pemerintah daerah masih menunggu keputusan resmi dari sidang isbat pemerintah pusat.

Baca juga :  Gubernur Koster Terima Kunker BKSAP DPR RI

“Keputusanya menunggu sidang isbat, kita tunggu saja itu, jangan ditanya itu dulu karena belum ada keputusan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua MDA Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, mengatakan semua pihak yang hadir dalam rakor telah sepakat untuk saling menghormati pelaksanaan hari besar keagamaan, termasuk Nyepi dan Idulfitri yang waktunya berdekatan tahun ini.

Baca juga :  Gubernur Koster Jadi Penguji Eksternal di FH Unud, Soroti Rekonstruksi Bank Tanah

Ia menegaskan, seluruh majelis umat beragama di Bali telah bertekad untuk terus menjaga keharmonisan antarumat. Komunikasi juga akan dilakukan secara intensif kepada umat masing-masing agar tetap mengedepankan sikap saling menghormati.

Lebih lanjut, Sukahet menyampaikan pihaknya telah menerima jaminan konkret dari sejumlah organisasi Islam, seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, untuk mengimbau umat Muslim menjaga kesakralan Hari Raya Nyepi.

“Sehingga hal-hal seperti takbiran tidak mengganggu kekhusyukan Nyepi,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana