DIKSIMERDEKA.COM, NEWCASTLE– Manchester United kembali menelan pil pahit. Setan Merah harus menanggung kekalahan memalukan 1-2 dari Newcastle United, padahal lawan hanya bermain dengan 10 pemain di St James’ Park.

Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi tim asuhan Michael Carrick, yang sebelumnya sempat tampil meyakinkan sejak mengambil alih kursi pelatih.

Kini Carrick memiliki waktu 11 hari krusial sebelum laga berikutnya melawan Aston Villa di Old Trafford pada 15 Maret. Pertandingan itu bisa menentukan arah musim Manchester United.

Jika mampu bangkit dan mengalahkan Villa, United berpeluang mengamankan posisi menuju Liga Champions—sebuah target yang sebelumnya terasa mustahil saat Carrick menggantikan Ruben Amorim.


Carrick Kecewa Berat, Tapi Tetap Tenang

Berbeda dengan sebagian pelatih yang suka menyalahkan pemain, Carrick memilih bersikap tenang.

Ia tidak seperti mantan pelatih United Ruben Amorim, yang pernah menyebut skuad Manchester United sebagai “tim terburuk dalam sejarah klub” setelah kalah dari Brighton tahun lalu.

Namun Carrick tetap menyadari situasi timnya tidak ideal.“Kami sangat kecewa. Rasanya menyakitkan,” kata Carrick seperti yang dilansir BBC Sport.

Baca juga :  Prediksi Manchester United vs Aston Villa: Carrick Pertaruhkan Momentum Kebangkitan Setan Merah

“Kami datang ke sini dalam kondisi terbaik, tetapi bagaimana pertandingan ini berjalan sangat mengecewakan. Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya.” lanjut Carrick.


Performa MU Mulai Menurun

Secara hasil, awal era Carrick sebenarnya cukup menjanjikan.

Dalam tujuh laga pertamanya, ia meraih:

  • 6 kemenangan
  • 1 hasil imbang

Namun performa permainan United mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Empat laga terakhir memperlihatkan masalah yang semakin jelas.

Saat menghadapi West Ham, Carrick bahkan mengakui timnya tampil “kaku” dan nyaris kalah sebelum Benjamin Sesko mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time.

Di laga melawan Everton, Sesko juga menjadi pembeda setelah United hampir tidak menciptakan peluang berarti.

Kemudian saat melawan Crystal Palace, United baru bereaksi setelah Matheus Cunha memenangkan penalti yang juga menghasilkan kartu merah bagi lawan.


Ketajaman MU Menghilang

Masalah lain muncul di lini serang.Dua pemain depan yang diharapkan menjadi tumpuan, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, belum menunjukkan ketajaman yang konsisten.

Sementara itu, performa gelandang muda Kobbie Mainoo juga mulai menurun.

Serangan dari sektor bek sayap pun tidak lagi seefektif sebelumnya.

Faktor terbesar yang memengaruhi situasi ini adalah krisis cedera.

Baca juga :  Arsenal vs Everton: Satu Gol Bisa Mengubah Perburuan Gelar

Saat melawan Newcastle, United harus kehilangan sejumlah pemain penting:

  • Matthijs de Ligt
  • Mason Mount
  • Lisandro Martinez
  • Noussair Mazraoui
  • Patrick Dorgu

Selain itu Casemiro dan Luke Shaw juga terlihat kelelahan setelah menjalani jadwal padat.

Akibatnya, Carrick tidak memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk menjaga kualitas permainan.


William Osula Jadi Mimpi Buruk MU

Gol kemenangan Newcastle dicetak oleh William Osula, pemain muda yang memiliki cerita unik dengan Manchester United.

Saat berusia 11 tahun, Osula pernah datang ke Old Trafford untuk menerima hadiah kemenangan Soccer Schools World Skills.

Kini, bertahun-tahun kemudian, ia justru menjadi pahlawan Newcastle yang menjatuhkan United.

Osula mencetak gol setelah berhasil melewati Tyrell Malacia, yang baru menjalani penampilan keduanya musim ini.


Peluang Liga Champions Masih Terbuka

Meski kalah, posisi Manchester United sebenarnya belum terlalu buruk.

Mereka masih berada di peringkat tiga klasemen.

Selain itu, beberapa pesaing juga terpeleset:

  • Liverpool kalah dari tim juru kunci
  • Aston Villa dihajar Chelsea

Keuntungan lain bagi United adalah mereka tidak bermain di kompetisi Eropa maupun piala domestik, sehingga bisa fokus penuh pada liga.

Baca juga :  Prediksi Newcastle vs Manchester City: Duel Panas FA Cup, Guardiola Punya Senjata Rahasia Bungkam Magpies

Carrick: MU Harus Belajar dari Kekalahan

Carrick menegaskan timnya harus segera belajar dari kekalahan ini.

“Kami harus belajar dari pertandingan ini. Tidak ada gunanya jika kami tidak mengambil pelajaran dari apa yang terjadi malam ini,” ujar Carrick.

Namun ia juga mengingatkan timnya untuk tetap melihat gambaran besar.

“Kami tidak boleh melupakan gambaran besar. Kami sudah menempatkan diri dalam posisi yang sangat menarik.”

Ia pun meminta timnya tetap optimistis menatap laga berikutnya.

“Kami harus tetap positif menuju pertandingan berikutnya. Masih banyak yang harus diperjuangkan.”


Ujian Terbesar Carrick

Laga melawan Aston Villa nanti bisa menjadi titik balik musim Manchester United.

Jika mampu bangkit, Carrick akan membuktikan bahwa ia benar-benar bisa belajar dari kekalahan dan membawa United kembali ke jalur kemenangan.

Namun jika kembali terpeleset, mimpi Manchester United untuk tampil di Liga Champions musim depan bisa mulai runtuh.

Sepak bola selalu memberi kesempatan kedua.

Kini tinggal bagaimana Carrick dan Manchester United merespons kekalahan memalukan ini.