Dinas Pendidikan Bali Matangkan SPMB Jenjang SMA/SMK, Proyeksi Ada 64 Ribu Lulusan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali mulai mematangkan teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK untuk tahun ajaran 2026/2027.
Pematangan ini dilakukan dengan rapat teknis bersama Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Bali, Badan Perencanaan Daerah (Bapenda), Dinas Sosial, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), serta Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Rabu (04/03/2026).
Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa mengungkapkan salah satu kesepakatan dalam rapat teknis tersebut adalah pemakaian nilai Test Kemampuan Akademik (TKA) dalam proses seleksi serta melakukan perapian titik zonasi dan domisili untuk mencegah pelanggaran.
“Jadi nanti seluruhnya menggunakan nilai TKA. Supaya ada kesetaraan dan fairplaynya. Jadi nilai TKA ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas didik anak Indonesia,” terangnya.
Lebih lanjut, Gde Wesnawa mengatakan, pada tahun ajaran baru 2026/2027, pemerintah menyiapkan empat jalur dalam penerimaan murid baru jenjang SMA dan SMK. Empat jalur tersebut yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Ia menjelaskan, jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid yang berdomisili di dalam wilayah penerimaan murid baru yang telah ditetapkan. Sementara itu, jalur afirmasi ditujukan bagi calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu serta penyandang disabilitas.
Untuk calon murid yang memiliki capaian tertentu, tersedia jalur prestasi. Jalur ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Adapun jalur mutasi diperuntukkan bagi calon murid yang berpindah domisili karena tugas orang tua atau wali. Selain itu, jalur ini juga mengakomodasi anak guru yang mendaftar di satuan pendidikan tempat orang tuanya mengajar.
Gde Wesnawa mengatakan berdasarkan data yang dihimpun Disdikpora diproyeksikan sebanyak 64.021 siswa yang lulus SMP pada tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, total daya tampung SMA dan SMK di Bali tercatat sebanyak 94.599 kursi. Dengan rincian data proyeksi, daya tampung SMA negeri sebanyak 31.398 kursi dan swasta 10.838 kursi, sehingga total SMA mencapai 42.236 kursi.
Untuk jenjang SMK, daya tampung negeri tercatat 24.948 kursi dan swasta 27.415 kursi, dengan total 52.363 kursi.
“Secara keseluruhan, daya tampung sekolah negeri (SMA dan SMK) berjumlah 56.346 kursi, sedangkan sekolah swasta 38.253 kursi. Jika digabungkan, total daya tampung mencapai 94.599 kursi,” terangnya.
“Dengan jumlah lulusan SMP/MTs sebanyak 64.021 siswa, maka secara total terdapat surplus daya tampung sekitar 30.578 kursi,” tambahnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan