DIKSIMERDEKA.COM, THERANIsrael Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa rudal diluncurkan dari Iran ke arah Israel pada Sabtu pagi waktu setempat. Sistem pertahanan udara langsung diaktifkan untuk mencegat ancaman tersebut.Dilansir dari The Guardian.

Dalam pernyataan resmi di platform X, IDF menyebut komando pertahanan dalam negeri telah mengirimkan peringatan darurat langsung ke ponsel warga di wilayah terdampak. Sirene serangan udara pun berbunyi di sejumlah kota.

“Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman. Angkatan Udara Israel bertindak untuk mengintersepsi dan menyerang ancaman bila diperlukan,” tulis IDF.

Langkah ini menandai eskalasi terbuka setelah sebelumnya Amerika Serikat meluncurkan operasi militer besar di Iran.


🏛️ Netanyahu Akan Sampaikan Pernyataan Resmi

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dikabarkan tengah menyiapkan pernyataan resmi. Pengumuman tersebut dinantikan karena bisa menentukan respons militer Israel selanjutnya.

Sementara itu, otoritas Yerusalem memutuskan menutup sekolah dan tempat kerja hingga Senin. Warga diminta tetap di rumah kecuali pekerja sektor esensial.

Sebelumnya, dua gelombang ledakan mengguncang Teheran sekitar pukul 10.30 pagi. Serangan terkonsentrasi di kawasan Pasteur—lokasi kantor presiden dan Dewan Keamanan Nasional Iran.

Markas Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) juga dilaporkan menjadi sasaran. Sejumlah korban jiwa dan luka dilaporkan, meski angka resmi belum dirilis.

Sumber Iran menyebut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berada di lokasi aman yang dirahasiakan. Rumor mengenai target terhadap Presiden Masud Pezeshkhian belum terkonfirmasi.

Ledakan juga terdengar di Qom, Tabriz, Kermanshah, Lorestan, Khorramabad, dan Karaj. Serangan siber dilaporkan terjadi bersamaan, memperlambat akses internet warga.


Menuju Perang Regional?

Pejabat Iran menyebut serangan ini sebagai awal pertukaran militer skala penuh. Teheran menutup wilayah udara dan mengeluarkan panduan keselamatan bagi warga sipil.

Jika saling serang terus berlanjut, konflik ini berpotensi meluas menjadi perang regional terbuka di Timur Tengah. Dunia kini menunggu langkah berikutnya dari kedua belah pihak.