DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gelombang dukungan masyarakat terhadap Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara terus menguat dan viral di berbagai platform media sosial.

Pantauan menunjukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pemuda, tokoh adat, hingga pelaku UMKM, secara serentak membagikan pesan dukungan melalui status dan unggahan digital.

Tagar solidaritas #KamiBersamaWalikotaJayanegara pun menggema dan beredar luas. Hal tersebut menjadi simbol kebersamaan warga dalam menjaga stabilitas sosial dan kondusivitas kota.

Baca juga :  Dua Ahli Waris Korban Banjir Terima Santunan JKK dari Pemkot Denpasar

Gerakan ini mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna “kita semua bersaudara”.

Narasi tersebut mencerminkan harapan warga agar kehidupan sosial dan pembangunan kota tetap berlandaskan kebersamaan, gotong royong, serta hubungan harmonis antara masyarakat dan pemimpin daerah.

Salah satu tokoh muda Denpasar yang ikut menyuarakan dukungan menyebut fenomena ini sebagai bentuk kedekatan emosional masyarakat dengan pemimpinnya.

Baca juga :  Jaya Negara Hormati Nama-Nama Bacalon Wali Kota Denpasar

Menurutnya, semangat persaudaraan yang digaungkan menunjukkan keinginan warga untuk mempertahankan sinergi yang selama ini telah terbangun.

Sejumlah warganet juga menilai viralnya gerakan tersebut sebagai bentuk kewaspadaan kolektif masyarakat terhadap berbagai isu yang berpotensi memecah belah.

Dukungan yang terus mengalir dinilai menjadi penegasan bahwa persatuan dan kebersamaan tetap menjadi nilai utama dalam kehidupan sosial masyarakat kota.

Baca juga :  Atasi Masalah Sampah, Jaya Negara Luncurkan Teba Modern

“Kami tidak ingin persaudaraan ini retak oleh isu apa pun. Tagar ini adalah bukti bahwa kita semua satu keluarga besar di bawah semangat Vasudhaiva Kutumbakam,” tulis salah satu akun di kolom komentar sebuah grup publik Denpasar.

Hingga kini, unggahan bernada solidaritas masih terus bermunculan dan menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan warga Denpasar sepanjang Februari 2026.

Editor: Agus Pebriana