Pemkab Badung Targetkan Investasi Rp23 Triliun Tahun 2026, Buka 18 Ribu Lapangan Kerja
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan jumlah investasi di Bumi Keris mencapai sekitar Rp23 triliun pada tahun 2026. Angka tersebut naik dibandingkan jumlah investasi tahun 2025 sebesar Rp22 triliun.
Dengan investasi tersebut, pemerintah menargetkan tercipta kurang lebih 18 ribu lapangan kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan mengatakan target investasi sebesar lebih dari Rp23 triliun tersebut ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi Badung, khususnya kondisi Pariwisata yang telah pulih.
“Kami proyeksikan Rp23 triliun tersebut dengan asumsi naik 0,5 persen dari kondisi tahun 2025,” terangnya saat ditemui dalam acara diskusi Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas 2045, Rabu (18/02/2026).
Di samping pulihnya sektor pariwisata, target investasi tersebut juga akan ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah daerah, seperti peningkatan kualitas jalan, pengembangan transportasi, hingga pengendalian banjir yang akanmenarik minat investor dan wisatawan.
Dari sisi birokrasi tambahnya, realisasi investasi akan diwujudkan dengan memperkuat layanan investasi melalui penerapan sistem perizinan berbasis online single submission (OSS) yang terintegrasi dengan berbagai izin pendukung sesuai service level agreement yang telah ditetapkan.
Di samping itu, Agus Aryawan mengatakan kemudahan layanan investasi juga diperkuat dengan kehadiran mal pelayanan publik yang memungkinkan pelaku usaha mengurus berbagai kebutuhan perizinan dalam satu lokasi.
“Dengan kemudahan tersebut kita harapkan target investasi tersebut bisa tercapai,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika realisasi investasi sebesar Rp23 triliun memenuhi target maka akan berdampak pada peningkatan penyerapan lapangan kerja. Ia memproyeksikan setidaknya akan terbuka sekitar 18 ribu lapangan kerja diberbagai sektor.
“Tahun lalu dengan investasi Rp22 triliun ada sekitar 17 ribu lapangan kerja. Jika tahun ini 23 triliun, maka setidaknya akan ada 18 ribu lapangan kerja,” terangnya.
Meski demikian, Agus Aryawan mengatakan pemerintah akan mengedepankan investasi hijau yana berorientasi pada keberlanjutan. Salah satunya dengan mendorong green building dalam pembangunan di Bumi Keris dan pembangunan yang tidak merubah bentang alam.
“Jadi keseimbangan harus terus dijaga antara pembangunam dan bentang alam,” terangnya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan