Mbappe Ngamuk! Vinicius Dibilang “Monyet”, Desak UEFA Hukum Pemain Benfica
Mbappe Bela Vinicius dan Meledak di Depan Media
Bintang Real Madrid Kylian Mbappe melontarkan pernyataan keras setelah laga panas kontra Benfica. Dalam insiden yang memicu protokol anti-rasisme, Mbappe menilai winger Benfica Gianluca Prestianni tak pantas lagi bermain di Liga Champions.
Menurut Mbappe, dunia sepak bola harus memberi contoh kepada anak-anak. Ia menegaskan kompetisi sebesar Liga Champions tak boleh ternoda perilaku rasis. Meski begitu, ia menolak menyalahkan fans Benfica atau klubnya secara keseluruhan.
“Kita tak bisa menerima hal seperti ini. Dunia menonton kita,” tegas Mbappe seperti yang dilansir Football Espana.
Tuduhan Serius: “Dia Menyebut Vini Monyet Lima Kali”
Mbappe bahkan mengungkap detail yang mengejutkan. Ia mengklaim melihat langsung Prestianni melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius Junior.
“Yang saya lihat sangat jelas. Pemain nomor 25 mengatakan lima kali, ‘Kamu monyet,’” ujar Mbappe.
Ia menambahkan bahwa kamera mungkin tak menangkap ucapan itu karena sang pemain menutup mulut dengan jersey. Namun menurutnya, ekspresi wajah lawan sudah cukup menunjukkan apa yang terjadi.
Madrid Sempat Ingin Walkout
Laga sempat berhenti sekitar 10 menit saat wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme. Mbappe mengungkapkan bahwa skuad Madrid sempat mempertimbangkan meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes solidaritas.
“Kami sempat berpikir untuk pergi. Saya bilang ke Vini, apa pun keputusanmu, kami ikut sebagai tim,” katanya.
Pada akhirnya mereka tetap melanjutkan pertandingan dan menang 1-0, tetapi Mbappe menegaskan hasil pertandingan bukan hal terpenting malam itu.
Prestianni Bantah, UEFA Akan Selidiki
Menurut laporan pasca laga, Prestianni mengatakan kepada Jose Mourinho bahwa ia tidak mengucapkan kata-kata tersebut. Namun karena protokol anti-rasisme sudah aktif , UEFA hampir pasti akan melakukan investigasi resmi.
Insiden ini menambah daftar panjang dugaan rasisme yang pernah dialami Vinicius sepanjang kariernya di Eropa—meski kali ini berbeda karena tuduhan diarahkan langsung kepada pemain lawan, bukan penonton.
Analisis: Kasus Ini Bisa Jadi Titik Balik
Jika bukti mendukung tuduhan tersebut, sanksi berat sangat mungkin dijatuhkan, mulai dari larangan bermain hingga hukuman disiplin panjang. UEFA selama beberapa tahun terakhir memang meningkatkan tekanan terhadap pelaku rasisme di kompetisi Eropa.
Namun bila tuduhan tak terbukti, kontroversi ini juga bisa memicu debat soal prosedur investigasi dan perlindungan reputasi pemain.
Kesimpulan:
Pernyataan Mbappe membuat kasus ini naik level dari sekadar insiden lapangan menjadi isu serius sepak bola Eropa. Kini semua mata tertuju pada UEFA—karena keputusan mereka akan menjadi preseden penting.

Tinggalkan Balasan