DIKSIMERDEKA.COM,BOGOR-Kebiasaan orang tua mengajak balita berkeliling naik mobil agar cepat tertidur ternyata bukan sekadar mitos. Ada penjelasan ilmiahnya.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Yeni Quinta Mondiani, menjelaskan bahwa gerakan mengayun serta white noise dari kendaraan berperan penting dalam menenangkan sistem saraf bayi.

Menurutnya, sejumlah studi menunjukkan bahwa kabin mobil yang sedang bergerak menciptakan suasana yang terasa aman, hangat, dan tenang—mirip kondisi di dalam rahim.

“Penelitian menunjukkan bahwa gerakan mengayun yang lembut dan konstan dapat mengatur sistem saraf pusat dan sistem jantung bayi secara terkoordinasi sehingga membuat mereka lebih tenang,” jelasnya.

Baca juga :  Alih Fungsi Lahan Bikin Waswas! IPB & WALHI Sebut Banjir Bukan Sekadar Faktor Hujan

Gerakan tersebut memicu respons parasimpatis, yakni kondisi relaksasi yang ditandai dengan penurunan denyut jantung dan rasa nyaman. Serebrum—bagian dari sistem saraf pusat pada balita—merespons ayunan lembut dengan menurunkan kewaspadaan terhadap rangsangan sekitar.

Tak hanya gerakan, dengungan mesin kendaraan juga berperan. Suara stabil itu menghasilkan white noise, yakni suara dengan berbagai frekuensi yang terdistribusi merata.

“Deru mesin kendaraan ini menghasilkan jenis white noise yang dapat meniru suara yang familiar bagi bayi saat masih berada di dalam rahim, sekaligus menutupi suara keras lain yang dapat menstimulasi otak bayi,” ucapnya.

Baca juga :  Indonesia Produsen Nanas Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 3,2 Juta Ton per Tahun

White noise membantu otak bayi memasuki gelombang lambat yang ritmis—fase tidur yang dalam dan stabil.

“Saat berkendara, balita tahu orang tuanya berada di dekatnya dan merasa aman sehingga memungkinkan bayi menonaktifkan rangsangan dari dunia luar dan benar-benar rileks hingga tertidur,” urai dr Yeni.

Keamanan Tetap Nomor Satu

Meski efektif, faktor keamanan tidak boleh diabaikan. Dalam mobil, penggunaan car seat yang terpasang dengan benar menjadi keharusan.

Saat berkendara dengan motor, anak harus dalam posisi terikat aman pada orang tua atau berada dalam pengawasan orang dewasa yang dapat memegangnya dengan baik.

Baca juga :  Bulan Menjauh dari Bumi Bikin Panik? Dosen IPB Tegaskan: Ini Proses Alamiah, Bukan Tanda Kiamat Iklim

Sebaliknya, jika orang tua tidak ingin anak tertidur saat perjalanan, dr Yeni menyarankan beberapa langkah: hindari perjalanan 30–45 menit sebelum jam tidur, pastikan bayi tidak terlalu lelah, jangan langsung memberi botol susu atau empeng, ajak bayi berinteraksi, atau menepi sejenak untuk mengganti suasana.

Intinya, mobil yang bergerak memang bisa jadi “alat penenang” alami bagi balita. Namun, rasa aman dan keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.