DIKSIMERDEKA.COM,ISLAMABAD-Teror bom bunuh diri mengguncang ibu kota Pakistan. Seorang pelaku meledakkan diri saat salat Jumat di masjid Muslim Syiah di Islamabad. Akibatnya, puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.Begitu laporan dari Reuters.

Otoritas setempat menyebut korban tewas mencapai 32 orang hingga Sabtu siang. Sementara itu, lebih dari 160 jamaah mengalami luka akibat ledakan dahsyat di dalam masjid.

Kelompok ISIS,yang menyebut dirinya sebagai “Negara Islam”langsung mengklaim bertanggung jawab. Klaim itu disampaikan lewat dua unggahan di kanal Telegram mereka, lengkap dengan nama dan foto pelaku. Namun, identitas tersebut belum bisa diverifikasi.


Dalang Serangan Diduga Warga Afghanistan

Sumber keamanan menyebut aparat sudah menangkap otak serangan. Ia diduga anggota ISIS asal Afghanistan.

Penangkapan ini disebut sebagai “terobosan besar” dalam penyelidikan. Selain itu, empat tersangka lain yang diduga membantu serangan juga sudah ditangkap setelah operasi penggerebekan di Pakistan barat laut.

Dalam operasi itu, satu anggota polisi dilaporkan tewas.


Kronologi: Tembak Penjaga, Lalu Ledakkan Rompi

ISIS mengklaim pelaku sempat menembak penjaga masjid yang mencoba menghentikannya sebelum akhirnya meledakkan rompi bom.

Kelompok itu juga mengancam akan ada serangan lanjutan.

Serangan ini menjadi yang paling mematikan di Pakistan sejak Januari 2023. Saat itu, ledakan di masjid Kota Peshawar menewaskan lebih dari 100 orang.


Kesaksian Jamaah

Seorang jamaah, Syed Ameer Hussain Shah (47), mengatakan: Kami baru mulai salat ketika terdengar suara tembakan, lalu ledakan besar.”

Ia menambahkan:“Saya juga terluka. Saat itu masjid penuh, ada lebih dari 400 jamaah di dalam.”

Saksi lain, Shoaib (24), mengatakan:“Itu pemandangan paling mengerikan dalam hidup saya.”

Ia juga menceritakan:“Saya mendengar suara baku tembak lalu beberapa detik kemudian ledakan sangat keras. Semua orang berlarian keluar.”


Pemakaman Massal Dijaga Ketat

Ribuan pelayat menghadiri salat jenazah massal di Islamabad di bawah pengamanan ketat aparat. Polisi menjaga penuh area pemakaman untuk mencegah serangan lanjutan.


Gelombang Militan Meningkat

Pakistan dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan aksi militan. Meski begitu, serangan di ibu kota tergolong jarang karena pengamanan super ketat.

Pada November lalu, bom bunuh diri di Islamabad menewaskan 12 orang—serangan terburuk di kota itu dalam hampir dua dekade.


Kecaman Dunia Internasional

Kedutaan Besar AS di Islamabad mengecam keras serangan tersebut.

“Aksi teror dan kekerasan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak bisa diterima.”

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyebut serangan terhadap warga sipil sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Pemerintah Afghanistan juga mengecam aksi tersebut dan menyebut serangan terhadap masjid bertentangan dengan nilai Islam dan kemanusiaan.