Disdikpora Bali Evaluasi Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Siapkan Integrasi Aplikasi Beasiswa 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) yang dipimpin oleh Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., Kamis (5/2/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Jnana Kerti, Disdikpora Provinsi Bali.
Rapat tersebut dihadiri oleh Tim Percepatan Pembangunan Daerah Bali, para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali, serta perwakilan 28 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Provinsi Bali. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program SKSS.
Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini bertujuan menyempurnakan pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana agar semakin tepat sasaran dan akuntabel. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan upaya strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas pengembangan aplikasi pendukung Program SKSS yang dikerjakan melalui kerja sama antara Disdikpora Provinsi Bali dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali. Aplikasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan data serta memudahkan proses verifikasi penerima beasiswa.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali merencanakan integrasi aplikasi SKSS dengan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) yang dikembangkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Integrasi ini ditujukan untuk memastikan sinkronisasi data mahasiswa dengan data perguruan tinggi secara nasional.
“Kami berharap perguruan tinggi dapat membantu menyiapkan dan memvalidasi data mahasiswa agar proses integrasi dengan sistem LLDIKTI dapat berjalan lancar dan akurat,” kata Wesnawa Punia.
Pada Tahun 2026, kuota Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) ditetapkan sebanyak 2.500 mahasiswa. Pemerintah Provinsi Bali berharap kuota tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Dengan kuota 2.500 mahasiswa, kami berharap Program SKSS benar-benar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesempatan generasi muda Bali untuk mengenyam pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan