DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Agus Gede Hendrayana menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mempengaruhi penurunan tingkat pengangguran di wlayah Bali.

“Tentu efeknya pasti ada,” ujar Agus Gede Hendrayana saat ditanya mengenai dampak program MBG terhadap tingkat pengangguran di Bali dalam konferensi pers BPS Bali, Kamis (5/2/2026).

Baca juga :  Inflasi Bali April 2026 Melandai ke 2,08 Persen, Dipicu Harga Pangan dan Transportasi

Adapun berdasarkan laporan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Provinsi Bali mengalami penurunan menjadi sebesar 1,45 persen pada November 2025. Angka tersebut turun sebesar 0,04 poin atau 1,74 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2025 sebesar 1,49 persen.

Meski demikian, Agus Gede Hendrayana tidak merinci secara kuantitatif besaran kontribusi program MBG terhadap penurunan tingkat pengangguran di Bali.

Baca juga :  Terima Kepala BPS Bali, Koster Ungkap Rencana Pemerintah Lakukan Sensus Kebudayaan Bali

Ia menjelaskan program MBG yang mencakup keberadaan dapur, kebutuhan bahan baku, proses produksi hingga distribusi, pada akhirnya akan melibatkan tenaga kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Tapi seberapa besar atau banyak yang diserap kami belum mengukur, tapi kalau ada atau tidak, kami yakin ada,” terangnya.

Baca juga :  Bertemu Gubernur Koster, BPS Bali Sampaikan 1,57 Juta Orang Sudah Ikuti Sensus Penduduk Online

Adapun pengguran masih banyak disumbang di wilayah perkotaan mencapai 1,59 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 1,07 persen.

Sebelumnya, dalam Rakornas bersama kepala daerah se-Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim telah membuka 1 juta lapangan kerja lewat 22 ribu dapur MBG.

Reporter: Agus Pebriana