Gubernur Koster Dorong Kolaborasi Provinsi dan Kabupaten Perkuat BPD Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kolaborasi pemeritah provinsi dan kabupaten/kota yang notabene pemegang saham untuk memperkuat Bank Pembangunan Daerah (BDP) Bali agar lebih sehat.
Hal tersebut disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD untuk menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penambahan Penyertaan Modal ke PT BPD Bali menjadi Peraturan Daerah (Perda), Rabu (21/01/2026).
Koster mengatakan upaya memperkuat Bank BPD Bali penting dilakukan agar bank kebanggan masyarakat Bali mampu melakukan pembenahan secara internal untuk dapat memiliki kompetensi dan kinerja yang lebih baik, dan menemukan peluang-peluang baru yang nantinya menjadi dasar secara progresif.
Meski demikian, Gubernur Koster mengatakan saat ini kinerja BPD Bali sangat baik, bahkan masuk 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di Indonesia.
Prestasi BPD Bali menyamai, Bank BPD Jawa Barat, Bank Jatim, Bank DKI Jawa Tengah, Bank DKI Jakarta, Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Bank Sumatera Utara, Bank Sumatera Selatan Babel, Bank Papua, dan Bank Nagari.
Koster mengatakan, dari sisi aset, BPD Bali berada di peringkat ketujuh nasional dengan total aset lebih dari Rp42 triliun. Masih di bawah sejumlah BPD besar seperti Bank BJB (Rp181 triliun), Bank Jatim (Rp107 triliun), Bank Jateng (Rp92 triliun), dan Bank DKI (Rp89 triliun).
Sementara, dari sisi laba, hingga tutup buku 31 Desember, BPD Bali mencatatkan laba bersih sekitar Rp1,1 triliun. Capaian ini bahkan lebih tinggi dibandingkan Bank BJB yang notabene memiliki aset lebih dari empat kali lipat BPD Bali namun hanya mencatat laba sekitar Rp958 miliar.
Kinerja profitabilitas BPD Bali juga sehat dari rasio Return on Asset (ROA) yang mencapai sekitar 3,9 persen, menjadi yang tertinggi di antara BPD lainnya. Sebagai perbandingan, ROA Bank BJB hanya 0,61 persen, Bank Jatim 1,76 persen, Bank Jateng 1,93 persen, Bank DKI 1,06 persen, dan Bank Kaltimtara 1,08 persen.
Tak hanya itu, rasio Return on Equity (ROE) atau laba terhadap modal BPD Bali juga tercatat sangat tinggi, yakni sekitar 26,46 persen.
Angka ini jauh melampaui Bank BJB yang hanya 6,7 persen, Bank Jatim 12,3 persen, Bank Jateng 14,18 persen, Bank Jateng 6,28 persen, dan Bank Kaltimtara 4,47 persen.
Dari sisi kualitas kredit, BPD Bali menunjukkan performa yang sangat solid dengan rasio Non Performing Loan (NPL) net hanya sekitar 0,02 persen, terendah di antara BPD nasional. Ini mencerminkan kualitas penyaluran kredit yang sangat sehat dan manajemen risiko yang kuat.
Sementara dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BPD Bali tercatat sekitar 60 persen, menjadi yang paling efisien dibandingkan BPD lainnya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan