DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pengakuan dunia terhadap Bali sebagai Peringkat 1 World’s Best Destination 2026 versi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best TripAdvisor menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bali. Namun di balik prestasi tersebut, pemerintah daerah bersama DPRD Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan pariwisata Pulau Dewata.

Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Mahadnyana, mengajak masyarakat mensyukuri capaian tersebut sebagai bukti bahwa Bali tetap diakui sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penghargaan internasional tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap berbagai masalah yang masih dihadapi.

Baca juga :  Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Apresiasi Polisi Tindak Prostitusi Berkedok Spa

Menurut Dewa Mahadnyana, tantangan seperti persoalan sampah, kemacetan, dan banjir harus disikapi secara serius dan berkelanjutan. Ia menyebut, pemerintah daerah bersama DPRD berkomitmen menjadikan pengakuan dunia ini sebagai pemicu untuk bekerja lebih keras memperbaiki kualitas pariwisata Bali.

“Sebagai Ketua DPRD, saya mengimbau masyarakat untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah. Penghargaan ini adalah hasil sinergi kita bersama,” ujarnya usai Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (19/1/2026).

Baca juga :  DPRD Bali Tawarkan Lima Solusi Jawab Aspirasi Ribuan Sopir Taksi FPDP

Ia menegaskan, meski Bali telah meraih predikat terbaik dunia, upaya pembenahan tidak akan berhenti. Salah satu fokus utama adalah penanganan sampah yang dinilai krusial bagi keberlanjutan pariwisata. Dewa Mahadnyana optimistis persoalan tersebut dapat dituntaskan secara signifikan hingga akhir tahun 2026.

Selain masalah sampah, DPRD Bali juga menaruh perhatian pada kenyamanan dan keamanan wisatawan, pelestarian alam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan budaya Bali yang berlandaskan konsep Nangun Sat Kerthi Bali. Semua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi utama pariwisata Bali yang berdaya saing global.

Baca juga :  Pasca Dilantik, Kawal Penanganan Abrasi dan Banjir Agenda Utama Diah Werdhi

Ia menegaskan, mempertahankan pengakuan dunia bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Bali. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci untuk menjaga jati diri Bali sebagai daerah dengan keistimewaan budaya dan alam.

“Untuk mempertahankan gelar ini, kami membutuhkan dukungan masyarakat seratus persen. Mari bersama-sama menjaga jati diri Bali agar keistimewaan ini bisa kita wariskan kepada anak cucu,” pungkasnya.

Reporter: Agus Pebriana