DIKSIMERDEKA.COM-Inter Milan vs Lecce menjadi laga penentuan status juara paruh musim bagi Nerazzurri. Gol tunggal Francesco Pio Esposito memecah kebuntuan dan memastikan kemenangan sulit Inter atas Lecce. Hasil ini terasa semakin manis karena Inter memanfaatkan terpelesetnya Napoli untuk mengunci gelar Winter Champions.

Meski hanya berjarak tiga poin dari Napoli sebelum laga, kondisi Inter jauh dari ideal. Selain itu, absennya sejumlah pilar utama memaksa Cristian Chivu melakukan rotasi besar-besaran. Namun demikian, kedalaman skuad Inter tetap mampu menjaga konsistensi permainan.

Rotasi Besar Inter, Lecce Datang dengan Masalah

Inter kehilangan Hakan Calhanoglu selama sebulan. Sementara itu, Denzel Dumfries, Matteo Darmian, Josep Martinez, Raffaele Di Gennaro, dan Tomas Palacios juga belum pulih. Situasi ini membuat Chivu mengubah susunan pemain untuk laga pekan ke-16 yang dijadwalkan ulang akibat Supercoppa Italiana.

Di sisi lain, Lecce datang ke San Siro dengan beban berat. Tiga pemain mereka harus menjalani skorsing usai laga chaos kontra Parma. Selain itu, beberapa pemain inti juga absen karena cedera. Meski begitu, Lecce tetap berani bermain terbuka dan mencoba mencuri poin.

Peluang Datang, Gol Tak Kunjung Hadir

Inter langsung menekan sejak awal. Ange-Yoan Bonny nyaris membuka skor, tetapi Wladimiro Falcone tampil sigap dengan penyelamatan ujung jari. Selanjutnya, Piotr Zielinski mendapat peluang dari skema satu-dua sentuhan, namun tembakannya melambung.

Wasit sempat menunjuk titik putih setelah kontak ringan di kotak penalti Lecce. Namun, VAR membatalkan keputusan tersebut karena bek Lecce lebih dulu menyentuh bola. Hingga jeda, Inter terus menyerang, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.

Arsenal Taklukkan Chelsea 3-2 di Semifinal Piala Liga Inggris

Risiko Taktik Inter Nyaris Berbuah Petaka du laga Inter Milan vs Lecce

Memasuki babak kedua, Inter meningkatkan intensitas Inter Milan vs Lecce . Sundulan Nicolo Barella memaksa Falcone melakukan penyelamatan refleks. Akan tetapi, perubahan taktik dengan memasukkan Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito membuat lini belakang Inter sedikit terbuka.

Situasi ini hampir dimanfaatkan Lecce. Mohamed Kaba menusuk ke kotak penalti dan menciptakan peluang berbahaya. Yann Sommer harus bekerja keras untuk menjaga gawang tetap aman. Momen ini menjadi peringatan bahwa dominasi tanpa efektivitas bisa berujung bencana.

Francesco Pio Esposito Jadi Pembeda duel Inter Milan vs Lecce

Tekanan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Francesco Pio Esposito menunjukkan insting striker tajam. Setelah memanfaatkan bola pantul hasil tembakan Lautaro Martinez yang ditepis Falcone, Esposito menceploskan bola ke gawang dan membuat San Siro bergemuruh.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus mengubah dinamika laga. Lecce kehilangan momentum, sementara Inter bermain lebih tenang. Bahkan, Esposito hampir menggandakan gol lewat aksi individu, meski sepakannya masih melebar tipis.

Dengan kemenangan ini, Inter Milan vs Lecce Serie A menjadi bukti kedewasaan Nerazzurri. Meski pincang, Inter tetap mampu mengamankan hasil maksimal dan menutup paruh musim di puncak klasemen. Dalam perburuan Scudetto, kemenangan pragmatis seperti ini sering kali menjadi pembeda.

klik link ini untuk update cuaca di daerahmu