Usai Alami Abrasi, Pasir Pantai Kuta Mulai Ditata
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung mulai melakukan penataan pasir di kawasan Pantai Kuta menyusul abrasi yang menyebabkan sejumlah titik pantai mengalami kerusakan. Penataan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Badung sejak Selasa (13/1/2026).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari atensi serius Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa terhadap kondisi Pantai Kuta yang terdampak abrasi. Pantai Kuta dinilai memiliki peran strategis sebagai destinasi wisata dunia yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Kalau kita bicara Kuta, salah satu yang paling menonjol adalah surfing. Ombaknya yang indah dan masuk lima besar terbaik dunia menjadikan kawasan ini terkenal di kalangan wisatawan internasional. Saya ingin mengembalikan kejayaan Kuta, menjaga orisinalitas serta kenyamanan wisatawan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat lokal,” tegasnya.
Plt. Kepala Dinas PUPR Badung Anak Agung Rama Putra mengatakan, penataan pasir dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin pantai. Selain mengondisikan kembali pasir di area yang terabrasi, pihaknya juga melakukan perapian jalur pedestrian yang terdampak pergerakan pasir dan gelombang laut.
“Iya, kami melakukan pemeliharaan pasir. Area yang terabrasi kami kondisikan kembali. Pekerjaan ini sudah dilakukan sejak hari Selasa, sekaligus perapian walkway yang terdampak,” ujarnya.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada kawasan depan Hard Rock Kuta hingga ke arah selatan serta di area depan Beachwalk. Total panjang area yang ditangani mencapai sekitar 100 meter. Penataan dilakukan menggunakan pasir eksisting Pantai Kuta dengan mengerahkan satu unit bulldozer dan satu unit excavator.
“Ini bisa dikatakan pemeliharaan rutin pasir setelah terkikis abrasi. Kami berharap Pantai Kuta tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemeliharaan tersebut sejalan dengan komitmen pimpinan daerah untuk menjaga daya dukung kawasan pariwisata Kuta agar tetap berkelanjutan bagi masyarakat dan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan