DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung mengklaim program bantuan sosial (bansos) menjelang hari besar keagamaan berhasil mengendalikan laju inflasi.

Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp2 juta per kepala keluarga (KK) dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan kenaikan harga kebutuhan pokok saat momentum hari raya keagamaan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat, mengungkapkan, angka inflasi di Kabupaten Badung menurun pada bulan Februari, Maret, April dan November yang bertepatan dengan hari besar keagamaan saat program bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat.

Baca juga :  Usai Alami Abrasi, Pasir Pantai Kuta Mulai Ditata

“Berdasarkan data BPS Kabupaten Badung Tahun 2024 sebelum program ini dilaksanakan dan setelah program ini dilaksanakan di Tahun 2025, angka inflasi Kabupaten Badung mengalami penurunan secara keseluruhan terutama saat penyaluran bantuan sosial yang bertepatan dengan hari besar keagamaan misalnya Idul Fitri, Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Adi Arnawa juga menyampaikan, salah satu faktor penurunan angka inflasi ini dipengaruhi dengan stimulus oleh Pemkab Badung melalui pemberian Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan. Hal ini sejalan dengan tujuan dari program ini untuk menekan angka inflasi dan mendorong daya beli masyarakat.

Baca juga :  BAST Akses Jalan GWK Disepakati Pemkab Badung dan GWK

“Astungkara program ini dapat benar-benar meringankan beban masyarakat Kabupaten Badung menjelang hari besar keagamaan seperti apa yang kami cita-citakan, kedepan kami akan teruskan program ini, agar masyarakat bisa fokus menjalani ibadah dalam hari raya keagamaan,” harapnya. ‎

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung mencatat tahun 2024 dan 2025 angka inflasi tahun 2025 di Kabupaten Badung berangsur turun dibandingkan tahun 2024.

Baca juga :  Gus Bota: 18 Anak Stunting di Badung Jadi Anak Asuh Kami

Terutama saat pemberian program bantuan sosial menjelang hari raya keagamaan, dimana pada tahun 2025, tekanan inflasi tetap terkendali pada setiap momentum hari besar keagamaan, yakni pada Februari saat Imlek, inflasi tercatat sebesar 0,98 persen, Maret saat Idul Fitri sebesar 1,32 persen, Hari Raya Galungan dan Kuningan bulan April sebesar 1,80 persen dan Nopember sebesar 1,61 persen saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Editor: Agus Pebriana