DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, memicu tanah longsor di Desa Adat Amerta Sari, Minggu (11/1) malam. Longsor tersebut menimpa satu unit rumah warga dan menutup akses jalan desa, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Bali, Gede Pramana, menyampaikan bahwa lokasi kejadian merupakan kawasan rawan longsor. Kontur tanah yang lemah membuat wilayah tersebut berisiko tinggi saat curah hujan meningkat.

Baca juga :  Pemprov Sosialisasikan Pembangunan Pasar Tematik Pendukung Pariwisata

Material longsoran berasal dari badan jalan dengan lebar sekitar tiga meter dan menimpa rumah milik I Kadek Ribek yang berada tepat di bawah jalan. Struktur rumah yang masih non permanen dinilai memperbesar risiko kerusakan akibat bencana alam.

Baca juga :  Pemprov Bali Raih Opini WTP 9 Kali Berturut-turut Dari BPK RI

“Secara teknis, lokasi tersebut memang tidak layak untuk pembangunan rumah karena berada di bawah jalan dan sangat rawan,” ujar Gede Pramana di Denpasar, Selasa (13/1/25).

Pemprov Bali bersama tim appraisal telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penilaian kondisi lahan. Salah satu opsi yang kini dipertimbangkan adalah relokasi warga guna menghindari potensi longsor susulan di masa mendatang.

Baca juga :  Gubernur Koster Sambut Baik Gagasan Wakajati Bali Bersinergi dengan Pemprov Bali

Meski demikian, upaya penanganan darurat telah dilakukan. Akses jalan yang sempat tertutup lumpur dan material longsor kini sudah kembali dapat dilalui sejak Senin (12/1) siang.