Situasi Bali Tetap Kondusif Sepanjang Perayaan Malam Tahun Baru
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Bali terpantau aman dan kondusif sepanjang perayaan malam pergantian Tahun Baru 2025–2026. Hal tersebut dipastikan langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat meninjau pengecekan pengamanan gereja.
Peninjauan pengamanan tersebut dirangkaikan dengan doa bersama bagi saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatra, sekaligus memastikan kesiapan aparat dalam mengamankan malam pergantian tahun. Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Ketua DPRD Provinsi Bali.
Rombongan meninjau langsung Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Kuta, yang tengah melaksanakan ibadah malam pergantian tahun menuju Tahun Baru 2026. Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta berdialog dengan pemuka agama yang memimpin ibadah serta mengapresiasi kekhusyukan umat Kristiani dalam menjalankan perayaan keagamaan.
Kapolda Bali menyampaikan bahwa situasi kamtibmas secara umum berada dalam kondisi kondusif dan terkendali, khususnya di wilayah Kuta yang menjadi salah satu pusat keramaian.
“Selama libur Natal dan Tahun Baru, pengamanan didukung 1.783 personel, dengan penebalan 237 personel Polda Bali serta dukungan personel gabungan dari TNI, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Banser, hingga pemuda gereja,” ujar Kapolda Bali.
Kapolda Bali juga menjelaskan, pengamanan dilakukan melalui 36 pos pengamanan yang mencakup 338 lokasi gereja, 13 titik strategis seperti pelabuhan dan pusat perbelanjaan, serta 113 objek wisata. Khusus malam pergantian tahun, total personel yang diterjunkan mencapai 3.586 orang.
Terkait kepadatan massa, Kapolda Bali menyebutkan jumlah peserta perayaan malam tahun baru terbesar terpantau di kawasan Kuta sekitar 12 ribu orang, Garuda Wisnu Kencana (GWK) sekitar 10 ribu orang, dan kawasan Canggu sekitar 18.500 orang.
Sementara itu, dari sisi pergerakan wisatawan, jumlah kedatangan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada periode 18–31 Desember mengalami peningkatan wisatawan mancanegara sekitar 4 persen, meskipun wisatawan domestik tercatat menurun.
Berbeda dengan jalur darat, Pelabuhan Gilimanuk justru mengalami peningkatan signifikan hingga 50–60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Giri Prasta menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan Bali merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap semangat toleransi antarumat beragama terus terjaga sehingga Bali tetap aman, damai, dan kondusif.
“Keamanan dan kenyamanan Bali adalah tanggung jawab bersama. Toleransi dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Bali,” pungkas Giri Prasta.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan