DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Festival dan Expo Sapi Jember Cup Season 2 mencatat sejarah baru. Sapi raksasa bernama Sapu Jagat milik Faisal, peternak asal Mojokerto, keluar sebagai juara kelas ekstrem bebas.

Dengan bobot mencapai 1.405 kilogram, sapi tersebut dinobatkan sebagai sapi ketiga terberat di dunia dan mencetak rekor nasional baru di ajang bergengsi yang digelar di Jember Sport Garden.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jupriono, menyebut pencapaian itu sebagai kebanggaan nasional. Ia menilai festival tersebut menjadi bukti nyata kemajuan peternakan Indonesia.

“Rekor ini membuktikan potensi luar biasa peternak kita. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus mendukung even seperti ini untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Pemkab Jember memastikan festival sapi akan menjadi agenda rutin. Dukungan penuh juga datang dari Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, yang siap membawa kegiatan ini ke level lebih tinggi.

“Beliau berharap tahun depan even ini bisa digelar kembali dengan skala lebih besar dan lebih profesional,” tambah Jupriono.

Ketua Panitia, Juned, mengapresiasi dukungan penuh Bupati dan Pemkab Jember. Ia menyebut kolaborasi dengan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) menjadi kunci sukses penyelenggaraan.

“Festival ini bukan sekadar kontes, tapi wadah edukasi bagi peternak muda untuk berinovasi dan berkompetisi di level nasional,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, 1–2 November 2025, diikuti ratusan peternak dari berbagai daerah. Juned berharap tahun depan acara serupa digelar lebih meriah dan berdampak ekonomi lebih luas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Bobby Arie Sandy, menambahkan, festival sapi juga menjadi ajang sinergi lintas sektor yang menggerakkan ekonomi lokal.

“Pesertanya tak hanya dari Jawa Timur, ada juga dari luar provinsi. Ini membuka peluang investasi baru di sektor peternakan,” kata Bobby.

Ia optimistis, kolaborasi antara pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha bisa memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan nilai ekonomi sapi lokal unggulan.