DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan sikap konsistennya membela perjuangan rakyat Palestina. Ia adalah satu-satunya gubernur yang pernah secara resmi menolak kehadiran Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Bali.

Penolakan itu dituangkan dalam surat resmi Gubernur Bali, yang diterbitkan di tengah tekanan politik nasional dan internasional. Ia menegaskan, dirinya pecinta sepak bola dan mendukung semangat sportivitas, namun keputusan itu diambil berdasarkan prinsip ideologis dan sikap politik bangsa Indonesia.

“Isi surat saya sangat jelas, menolak Timnas Israel bertanding di Bali, bukan menolak Piala Dunia U-20,” tegas Koster, Sabtu (11/10/25).

Baca juga :  Perang Makin Panas! Israel Gempur Sipil Iran, Upaya Damai Pakistan Terancam Gagal
Surat resmi Gubernur Koster saat menolak Timnas Israel U20.

Menurut Koster, keputusan tersebut sejalan dengan Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan di muka bumi. “Perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina sudah jauh melampaui batas kemanusiaan,” ujarnya.

Sikap Koster ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan visa kepada atlet Israel yang hendak berlaga di ajang World Artistic Gymnastics Championships 2025, yang akan digelar di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025. Keputusan itu diambil sebagai bentuk solidaritas Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina.

Baca juga :  Update : AS–Israel Gempur Iran, Netanyahu: Saatnya Rezim Ayatollah Tumbang

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo, pemerintah tidak akan mengeluarkan visa bagi atlet Israel.

“Sikap pemerintah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan. Terakhir, dalam pidato beliau di PBB yang sangat keras mengecam Israel yang terus-menerus melakukan kekejaman dan kebiadaban atas rakyat Palestina, terutama di Gaza,” ujar Yusril dalam pernyataan resminya, Kamis (9/10/2025).

Baca juga :  55 Desa Dievakuasi, 100 Ribu Reservis Dikerahkan! Israel–Hezbollah Nyaris Perang TerbukDa

Yusril juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berpendirian tegas untuk tidak melakukan hubungan atau kontak apa pun dengan pihak Israel. “Ini adalah bentuk konsistensi Indonesia dalam membela kemerdekaan dan hak-hak kemanusiaan bangsa Palestina,” ujarnya.

Konsistensi sikap antara pemerintah pusat dan daerah ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kehadiran kontingen Israel di Indonesia bukan persoalan olahraga semata, melainkan wujud nyata komitmen bangsa Indonesia terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi negara.