Warga Kintamani Nyoman Gemuh Terima Bantuan Pembangunan Rumah PUPR
DIKSIMERDEKA.COM, BANGLI, BALI – Warga Desa Subaya, Kintamani, Bangli, I Nyoman Gemuh menerima bantuan pembangunan rumah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Bantuan ini diserahkan langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha. Adapun program ini merupakan Punia (sumbangan) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Bali
Nusakti Yasa mengatakan program ini menyasar keluarga-keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan dan tinggal di rumah tidak layak huni, berdasarkan data terverifikasi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Penyerahan bantuan menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memulihkan martabat dan semangat hidup penerimanya.
“Kami hadir di sini mewakili Pemprov Bali. Seluruh jajaran Pemprov hadir melalui perwakilan kami untuk menyerahkan tali kasih yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pembangunan tempat tinggal. Semoga bermanfaat, tidak hanya untuk membangun rumah, tetapi yang jauh lebih penting yakni membangun keluarga yang lebih baik dan sejahtera,” pungkas Kadis Nusakti.
Selain penyerahan tali kasih dari Dinas PUPR Provinsi Bali dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali, Dinas Sosial P3A Provinsi Bali juga turut menyerahkan bantuan paket sembako.
Dengan bantuan ini, Pemprov Bali berharap dapat membangkitkan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan layak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus memaknai peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali dengan aksi nyata.
Adapun Nyoman Gemuh, bekerja sebagai kuli serabutan dan lebih sering mengerjakan pekerjaan tukang bangunan, memiliki penghasilan tidak tetap dan jauh dari kata cukup.
Pendapatan yang diperoleh selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan seorang putrinya, juga disisihkan semampunya untuk keperluan yadnya dan adat di lingkungan.
Kondisi ini membuat cita-citanya membangun rumah layak menjadi sulit terwujud, seperti yang diimpikan setiap orang.
Saat ini, pasangan tersebut terpaksa tinggal di gubuk sederhana yang berdiri di atas tanah warisan, berada di tepi tebing yang cukup curam.
Kondisinya memprihatinkan: sebuah gubuk berukuran sekitar 2 x 2 meter, berdinding gedek bambu, berlantai tanah, beratapkan seng yang bocor di beberapa bagian.
Di tempat inilah keluarga Gemuh melangsungkan seluruh aktivitas sehari-hari, mulai tidur, memasak, membuat sarana upacara, hingga bermain bersama putri semata wayangnya, dalam satu ruang yang jauh dari kesan layak.
“Seperti inilah kondisi tiang, penghasilan hanya cukup untuk makan seadanya. Tiang sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini, tiang bisa membangun rumah yang layak, terutama untuk putri tiang. Matur suksma atas bantuan Punia ASN yang disalurkan Pemprov Bali. Dengan ini, tiang bersama keluarga akan bisa hidup lebih baik kedepannya,” ujar Gemuh.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan