DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Saudi Airlines resmi membuka rute baru Jeddah-Bali lewat Singapura mulai, Senin 31 Maret 2025. Penerbangan ini menggunakan pesawat Boeing Dreamliner 787-900 berkapasitas 24 kursi kelas bisnis, 274 kursi kelas ekonomi dan beroperasi tiga kali seminggu, yakni Senin, Rabu, dan Jumat.

Pembukaan rute baru Saudi Airlines ini
mendapat sambutan baik Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam sambutannya saat peresmian rute penerbangan tersebut, Gubernur Koster berpesan agar wisatawan khususnya yang datang dari Arab Saudi menaati peraturan maupun tradisi adat istiadat dan budaya Bali.

Baca juga :  Audiensi dengan Gubernur Bali, Rektor Unud Harapkan Penambahan Armada Bus ke Kampus Jimbaran

“Dan tentu kami berharap wisatawan yang berkunjung ke Bali, juga tertib mengikuti peraturan serta kebijakan yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Provinsi Bali,” kata Koster dalam sambutannya, Senin (31/3/2025).

Lebih lanjut, Gubernur Koster menyampaikan, pariwisata Bali merupakan pariwisata yang berpedoman pada kebudayaan maupun tradisi adat istiadat. Karena itu, menurutnya pelaksanaannya harus tetap memperhatikan dua aspek penting ini.

Baca juga :  Antisipasi Merebaknya Covid-19, Gubernur Bali Tiadakan PKB Tahun 2020

“Saya perlu menyampaikan bahwa pariwisata Bali ini diselenggarakan dengan pariwisata berbasis budaya berkualitas dan bermartabat,” jelasnya.

Ia mengatakan, mulai tahun ini akan melaksanakan sejumlah peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan penataan pariwisata Bali secara komprehensif. Hal itu agar pariwisata Bali bertumbuh dengan baik sesuai kebudayaan Bali dan berkualitas.

“Kami di Bali berlakukan kebijakan pungutan wisatawan asing bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Kebijakan ini diberlakukan dengan peraturan daerah nomor 6 tahun 2023 yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 15 tahun 2023 tentang Provinsi Bali,” tegasnya.

Baca juga :  Siaran TV via Turyapada Tower Jangkau 90 Persen Wilayah Buleleng dan Jembrana

Selain itu, Koster mengatakan, saat ia sedang bekerja keras untuk membenahi ekosistem kepariwisataan Bali. Mulai dari masalah sampah, kemacetan, kenakalan dari wisatawan asing.

“Jadi kami harus tertibkan supaya tidak merusak citra pariwisata Indonesia dan citra pariwisata Bali. Dengan ini, semoga pariwisata Bali ini akan terus tumbuh kedepan,” pungkasnya.