DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar diharapkan memberikan perhatian terkait ketersedian lahan untuk aktifitas lomba layang-layang.

Hal itu sampaikan Ketua Umum Pelangi Denpasar Wayan Mariyaan saat ditemui di Denpasar Kite Festival VIII bertempat di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu (31/082/2024).

Wayan Mariyana mengatakan sampai saat ini baru Pantai Padanggalak Kesiman dan Pantai Mertasari Sanur yang bisa digunakan untuk lomba layang-layang.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Genjot Pengerukan Sedimentasi Sungai Pasca Banjir

Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemkot Denpasar bisa memfasilitasi lahan bermain layang-layang dalam upaya menjaga warisan budaya di Bali.

“Kami di Pelangi Denpasar berharap Pemerintah Kota Denpasar ikut memperhatikan ketersediaan lahan bermain layang-layang di Kota Denpasar dalam upaya menjaga warisan budaya Bali ini,” pungkasnya.

Adapun Denpasar Kite Festival tahun ini mengangkat tema “Bayu Abimantrana” yang mengandung makna Atas Berkah dan Restu Sang Hyang Bayu, lomba layang-layang ini dapat berjalan.

Baca juga :  Tekan Inflasi saat Galungan dan Kuningan, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah

Pada hari pertama, sebanyak 400 buah layangan tradisional khas Bali mengudara di langit Denpasar. 400 layanan tersebut terdiri dari jenis Bebean, Pecukan, Janggan. Terdapat pula jenis Janggan Buntut, Kreasi 1 Dimensi dan 3 Dimensi, Celepuk Cutting dan Celepuk Airbrush.

Tidak hanya lomba layangan tradisional khas Bali, ada pula lomba Pindekan, Kober dan Sunari.

Baca juga :  Cegah Rabies, Pemkot Denpasar Lakukan Vaksinasi Anjing Liar

Wayan Mariyaan Wandhira menyampaikan, proses pendaftaran sudah dimulai sejak 15 Agustus dan ditutup pada 30 Agustus 2024.

“Astungkara jumlah peserta mencapai seribu layangan. H-4 penutupan makin banyak pelayang yang mendaftar,” kata Wandhira, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Denpasar ini.

Editor: Agus Pebriana